Ramalan Ekonomi

ramalan ekonomi

Oleh: Fajar Cahaya

Aktivis Sosial, tinggal di Magelang

Bacaan Lainnya

 

Indonesiadaily.net – “Saya heran pada para pendukung Mas Anies Baswedan. Mereka yakin, kalau mereka bisa memenangkan Pemilu, maka hidupnya nanti akan berubah drastis, menjadi lebih baik tiba-tiba.” ujar Deny Darko, seorang peramal kartu tarot, dikanal youtube baru-baru ini.

Hidup akan terasa lebih ringan. Harga akan lebih murah. Lapangan pekerjaan lebih banyak. Dollar akan turun, lanjut Deny Darko. “Itu ngimpi !!!” katanya.

Tentu saja ramalan Deny Darko yg tayang di YouTube pada 12/5/2023 ini akan diketawai para ahli ekonomi. Bagaimana mungkin seseorang bisa memprediksi masa depan ekonomi suatu bangsa, hanya dgn kartu tarot ??

Lalu siapa yg paling layak didengar prediksinya tentang masa depan ekonomi suatu bangsa?
Apakah ekonom-ekonom partikelir tukang kritik pemerintah?

Jawabnya ikutilah ramalan dari perusahaan perusahaan asuransi raksasa dunia !!

Para peramal ekonomi top dunia sering mengeluarkan Global Risk Report untuk kepentingan perusahaan asuransi !!!

Mengapa kok malah ke perusahaan asuransi, bukan negara???

Karena perusahaan asuransi lah yg paling babak belur kalau ramalannya meleset.

Tentu perusahaan asuransi yg dimaksud di sini, bukan perusahaan asuransi abal abal yg banyak beroperasi di Indonesia.

Di Indonesia, tidak ada perusahaan asuransi beneran, yg ada calo asuransi. Mereka menarik premi dari masyarakat, lalu premi itu diserahkan ke perusahaan asuransi di luar negeri. Mereka cuma agen.

Kenapa begitu?? Agar jika terjadi Klaim klaim besar, mereka tidak harus menanggung, yg menanggung perusahaan luar.

Jika dunia dilanda perang, seperti perang Rusia-Ukraina ini, maka perusahaan asuransi inilah yg pusing tujuh keliling. Karena mereka harus menanggung berbagai risiko.

Walau risiko akibat perang dan huru hara, tidak dijamin, tetapi risiko terkait lainnya tetep menjadi tanggungan. Demikian juga ketika Jakarta dilanda kerusuhan sosial pada 1998.

Itulah mengapa perusahaan-perusahaan asuransi besar sering membuat proyeksi detail tentang masa depan ekonomi dunia yg dikemas dalam “Global Risk Report”.

Salah satu “Global Risk Report” yg paling credible di dunia adalah yg diterbitkan Zurich Insurance, Swiss. Laporan ini sering dijadikan rujukan resmi World Economic Forum

Zurich Insurance Group Ltd. adalah salah satu perusahaan asuransi paling besar dan paling berpengalaman di dunia.

Zurich Insurance memiliki tiga core bisnis yaitu General Insurance (asuransi kerugian), Global Life (asuransi jiwa) and Farmers (asuransi pertanian). Zurich beroperasi di 215 negara, termasuk Indonesia.

Dalam laporan terbaru “Global Risk Report” tahun 2023 terbitan Zurich Insurance, ada sejumlah prediksi penting tentang masa depan ekonomi dunia.

Disebutkan, pada 2024, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang (tidak termasuk China) akan turun 5,5% di bawah perkiraan, sementara negara-negara maju akan turun lebih dari 0,9%.

“Pemulihan ekonomi yang berbeda dari krisis yang diciptakan oleh pandemi berisiko memperdalam perpecahan global,” kata Saadia Zahidi, Managing Director The Global Risk Report.

Di sektor lingkungan, menurut laporan itu, akan muncul transisi iklim yang tidak beraturan, ketergantungan pada dunia digital yg makin tinggi. (Contohnya, kamu mulai ketagihan Medsos kan??).

Selain itu, muncul kerentanan siber (banyak orang tertipu via online), hambatan terhadap migrasi (negara negara membatasi masuknya warga negara lain), serta persaingan luar angkasa dan pertahanan yg semakin meningkat. Perang pun tak terhindarkan.

Diberbagai negara, masyarakat akan mengalami “erosi kohesi sosial” dan “krisis mata pencaharian.”

Walau hanya dengan kartu tarot, tetapi ramalan Deny Darko ternyata tidak bertentangan dengan prediksi ekonom global. Ramalan Deny Darko ada benarnya juga.

Siapapun presidennya—Anies Baswedan, Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo–orang yg waras akan sadar, mereka tidak akan sanggup mengubah wajah dunia yg sedang muram.

Mengapa? Ya karena ekonomi Indonesia hanyalah sebuah bagian seupil dari sebuah mesin ekonomi raksasa global yg sedang bermasalah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *