Piala Dunia 2026: Spanyol Pantang Remehkan Austria, Ronaldo Bikin Gol?

 

Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menggelar tiga pertandingan sepanjang 3 Juli WIB. Pertarungan Spanyol vs Austria dimulai pk. 02.00, Portugal vs Kroasia pk. 06.00, dan Swiss vs Aljazair pk. 10.00.

Spanyol memasuki babak 32 besar sebagai juara Grup H, sedangkan Austria runner-up Grup J. Walaupun juara grup, penampilan Spanyol tidak meyakinkan. Juara Piala Dunia 2010 itu memulai perjuangan dengan ditahan 0–0 oleh debutan Tanjung Verde.
Di laga kedua pasukan Luis de la Fuente melumat Arab Saudi 4–0, tetapi penampilan mereka menurun lagi saat hanya bisa menaklukkan Uruguai 1–0 dengan gol blunder kiper walaupun lawan sedang dikoyak perpecahan internal akut antara pemain dan pelatihnya.

Di Grup J, Austria pun tidak meyakinkan. Memulai dengan kemenangan 3–1 atas debutan Yordania, di laga kedua mereka dihajar Argentina dengan Lionel Messi-nya 0–2.

Di pertandingan terakhir fase grup, Austria imbang 3–3 vs Aljazair dengan cara sangat dramatis yang bukan hanya menentukan nasib kedua tim, tetapi juga menyingkirkan Iran, yang memang hendak dienyahkan tuan rumah Amerika Serikat.

Saat itu skor masih 2–2 hingga waktu normal selesai. Pertandingan memasuki injury time. Berjalan 3 menit, Aljazair mencetak gol lewat Riyad Mahrez sehingga skor 3–2.

Jika skor itu bertahan hingga usai, Iran finis di posisi ketiga Grup G dan lolos ke 32 besar sebagai peringkat ketiga terbaik kedelapan di antara tim peringkat ketiga 12 grup, unggul selisih gol dibandingkan dengan Austria di posisi ketiga Grup J.

Namun, ternyata 3 menit setelah gol Mahrez, Austria mampu menyamakan skor menjadi 3–3 lewat gol Sasa Kalajdzic tepat di detik akhir pertandingan.

Gol itu membawa Austria dan Aljazair sama-sama mengoleksi nilai 4 dan lolos ke 32 besar dengan Austria sebagai runner-up Grup J dan Aljazair sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, menggeser Iran yang akhirnya tersingkir lantaran hanya menempati peringkat kesembilan dalam klasemen antar-tim peringkat ketiga.

Di laga Spanyol kontra Austria, yang cukup menarik ditunggu apakah Lamine Yamal bisa mencetak gol tak sekadar ke gawang lawan sekelas Arab Saudi.

Jika harus memilih pemenang di laga yang mempertemukan dua tim labil ini, Spanyol masih lebih layak meskipun dengan skor tipis.

Namun, belajar dari pengalaman Jerman dan Belanda yang secara mengejutkan tersingkir, Spanyol tidak boleh menganggap enteng Austria satu detik pun dalam pertandingan ini.

Portugal vs Kroasia

Pertarungan Portugal vs Kroasia merupakan pertemuan dua tim dengan kekuatan berimbang.
Portugal melalui tiga pertandingan Grup K dengan tersendat-sendat, imbang melawan Republik Demokratik Kongo 1–1 dan Kolombia 0–0, dan hanya bisa memetik kemenangan atas lawan sekelas Uzbekistan, salah satu debutan, dengan skor 5–0, finis sebagai runner-up.

Sementara itu, Kroasia memulai turnamen di Grup L dengan kekalahan 2–4 dari Inggris, tetapi bangkit dalam dua pertandingan berikutnya, menang tipis 1–0 atas Panama dan 2–1 atas Ghana, juga finis sebagai runner-up.

Salah satu yang paling menarik dinantikan dari pertandingan ini apakah Cristiano Ronaldo akan mampu mencetak setidaknya sebiji gol untuk mempertajam rekornya menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam enam Piala Dunia. Di tiga pertandingan fase grup, Ronaldo gagal menjebol gawang lawan.

Meski rekor itu akan tampak sangat hebat, tujuan menghadirkannya tetap punya risiko. Apabila Ronaldo berburu rekor tapi justru mengabaikan peluang yang dimiliki rekan setimnya, boleh jadi kegagalan Portugal justru bermula dari situ.

Sekali lagi kedua tim punya kualitas berimbang, tetapi reputasi Kroasia yang hebat di dua Piala Dunia terakhir dengan finis sebagai runner-up di edisi 2018 dan peringkat ketiga 4 tahun lalu, menjadi nilai lebih yang bisa menyulut semangat Luka Modric dan kawan-kawan untuk mengulangi catatan keren itu dengan menggusur Portugal.

Meski demikian, dalam 10 pertemuan terakhir kedua tim, Portugal mendominasi dengan memenangi tujuh pertandingan, sedangkan Kroasia hanya menang satu kali, dengan dua lainnya imbang.

Melihat data dan fakta seperti itu, sangat boleh jadi pertandingan berlanjut hingga 120 menit, bahkan tidak tertutup kemungkinan pemenangnya ditentukan melalui adu penalti.
Pemenang pertandingan ini di 16 besar akan bertarung melawan pemenang Spanyol vs Austria.

Swiss vs Aljazair

Pertandingan Swiss kontra Aljazair ini pun sangat mungkin menyajikan pertarungan berimbang dan ketat walaupun Swiss datang ke 32 besar sebagai juara Grup B di atas tuan rumah Kanada dan Aljazair sekadar peringkat ketiga Grup J.

Saat ini peringkat FIFA Swiss 19, sedangkan Aljazair 28. Melihat rekor pertemuan, Swiss selalu menang di dua pertandingan.
Dengan demikian, wajar jika Swiss dijagokan bakal meraih kemenangan walaupun sekali lagi, itu tak akan mudah dan pertandingan cenderung berjalan imbang.

Apa lagi dua kemenangan Swiss atas Aljazair itu, masing-masing 2–1 dan 2–0, telah lama berlalu, pada 1983 dan 1986, keduanya pun hanya pertandingan persahabatan.

Jadi, agak terlalu jauh jika berpikir jalannya pertandingan nanti mirip dengan ketika Lionel Messi menjebol tiga kali gawang Luca Zidane ketika Argentina membantai Aljazair 3 gol tanpa balas.

Sangat mungkin pertandingan yang akan dipimpin wasit Argentina Yael Falcon ini berlanjut hingga waktu tambahan atau bahkan penentuan pemenang harus melalui adu penalti. Pemenang laga ini di 16 besar jumpa pemenang Kolombia vs Ghana.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *