Piala Dunia 2026: Meksiko vs Inggris Duel Tim Kutukan, Brasil Ingin Pecah Telur vs Norwegia

 

Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 berlanjut pada Senin 6 Juli WIB dengan dua pertandingan “kelas berat” yakni Meksiko vs Inggris dan Brasil vs Norwegia. Pemenang kedua pertandingan tersebut dijadwalkan bertarung di babak 16 besar pada 12 Juli mulai pk. 04.00 WIB di Stadion Hard Rock di Miami, Amerika Serikat.

Meksiko vs Inggris Duel Tim Kutukan
Tuan rumah Meksiko melawan Inggris digelar mulai pk. 07.00 WIB di Stadion Azteca di Mexico City, Meksiko, dan dipimpin wasit Alireza Faghani, warga negara Australia kelahiran dan berdarah Iran.

Meksiko lolos ke babak gugur setelah finis sebagai juara Grup A setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Selanjutnya di 32 besar tim besutan Javier Aguirre menundukkan Ekuador 2–0.

Di sisi berseberangan, Inggris melaju ke fase gugur sebagai juara Grup L setelah meraih dua kemenangan dan satu imbang. Di 32 besar Inggris menang 2–1 atas Republik Demokratik Kongo berkat 2 gol yang diborong Harry Kane.
Memang salah satu yang patut ditunggu di laga ini ialah ketajaman Kane yang akan berbenturan dengan pertahanan kokoh Meksiko, yang bersama Spanyol belum kebobolan hingga 32 besar usai.

Ada lagi yang menarik terkait dengan pertandingan ini. Laga ini bisa diibaratkan pertemuan dua tim yang kena kutukan. Langkah terjauh Meksiko di Piala Dunia hanyalah 8 besar. Itu terjadi pada edisi 1970 dan 1986 ketika mereka menjadi tuan rumah.

Jumlah pertandingan terbanyak Meksiko di satu edisi Piala Dunia juga terjadi pada Piala Dunia 1986 yaitu lima pertandingan. Di laga kelima di perhelatan 1986, mereka terhenti akibat dikalahkan Jerman Barat 1–4 melalui adu penalti setelah permainan selama 120 menit imbang 0–0.

Jadi, menarik untuk melihat apakah El Tri bisa melewati laga kelima ini dengan hasil positif dan lolos ke 8 besar yang berarti telah terbebas dari kutukan batas lima pertandingan walaupun masih harus melewati kutukan lain berupa prestasi maksimal perempat final.

Sementara itu, Inggris juga bisa diibaratkan kena kutukan. Setelah sukses menjuarai Piala Dunia 1966, skuat Three Lions belum pernah lagi juara di turnamen besar seperti Piala Dunia ataupun Piala Eropa (Euro).

Banyak yang menyebut bahwa kegagalan demi kegagalan Inggris itu disebabkan kutukan setelah di final Piala Dunia 1966 menjadi kampiun dengan bantuan gol ketiga yang dicetak Geoff Hurst yang kontroversial karena sebenarnya tidak sah lantaran bola belum sepenuhnya melintasi garis gawang Jerman Barat.

Kita tunggu Meksiko atau Inggris yang mampu melepaskan diri dari kutukan. Untuk Inggris, kalau pun menang atas Meksiko, ujian soal kutukan masih berlanjut di pertandingan berikutnya melawan Brasil atau Norwegia dan baru benar-benar terbebas apabila tampil sebagai juara.

Brasil Emban Misi Pecah Telur

Beralih ke pertandingan Brasil vs Norwegia yang dijadwalkan dimulai pada pk. 03.00 WIB di Stadion MetLife di New Jersey, AS, dan dipimpin wasit Ismail Elfath, warga negara AS kelahiran dan berdarah Maroko.

Bagi Brasil, pertemuan dengan Norwegia bukan hanya berebut tiket 8 besar, tetapi juga mengemban misi pecah telur kemenangan. Norwegia adalah satu-satunya tim yang pernah berhadapan dengan Brasil dan tidak satu pun skuat Samba mampu meraih kemenangan.
Brasil telah bertarung dengan 87 timnas dari berbagai belahan dunia, tetapi hanya terhadap timnas negara Skandinavia itu Brasil tidak pernah menang. Kedua tim sudah empat kali bertarung dengan Norwegia menang dua kali, sisanya seri.

Tiga dari empat pertemuan mereka merupakan laga persahabatan dan hanya satu pertandingan di ajang kompetitif yakni di Piala Dunia 1998 di Prancis, ketika itu Brasil takluk 1–2.

Jadi, tentu pasukan asuhan Carlo Ancelotti sangat ingin memecahkan telur atas nihil kemenangan di hadapan tim yang ditangani Stale Solbakken, mantan gelandang Timnas Norwegia.

Masalah bagi Brasil, di lini depan Norwegia sekarang ada tombak tajam bernama Erling Haaland yang sudah mencetak 5 gol di turnamen ini dan juga top skor sepanjang masa timnas negaranya dengan 60 gol.

Di barisan depan Brasil. pencetak gol terbanyak mereka di turnamen ini hingga 32 besar selesai adalah Vinicius Junior dengan 4 gol.

Brasil melaju ke fase gugur setelah menjadi juara Grup C berkat dua kemenangan dan satu imbang, kemudian di 32 besar mengatasi Jepang dengan susah payah dengan gol kemenangan baru terjadi pada injury time babak kedua untuk mengakhiri pertandingan kemenangan 2–1.

Sementara itu, Norwegia menjalani tiga pertarungan di Grup I dengan dua kemenangan dan satu kekalahan, finis sebagai runner-up, lantas di 32 besar menang juga dengan skor tipis 2–1 atas Pantai Gading.

Selain menghadapi lawan yang secara teknis menyulitkan dan dari sisi psikologis pun memberatkan akibat tidak pernah menang, masalah Brasil bertambah karena Lucas Paqueta cedera ketika melawan Jepang yang membuat Ancelotti kekurangan gelandang yang bisa menyatukan tim.

Sedikit beruntung karena Raphinha telah kembali berlatih dan Neymar kembali fit, meskipun Ancelotti kemungkinan tidak akan memberi pemain bintang itu—yang sempat absen hampir 3 tahun akibat cedera—kesempatan bermain sebagai starter.

Endrick, yang memberikan ancaman langsung setelah masuk di awal babak kedua melawan Jepang, dan Gabriel Martinelli, setelah gol dramatisnya di ujung pertandingan kontra Samurai Biru, bersaing untuk mendapatkan tempat di starting XI.

Dengan menyimak kualitas kedua tim dan sejarah pertemuan mereka, terlalu gegabah menunjuk salah satu tim sebagai calon pemenang pertandingan besok pagi, yang akan jumpa Meksiko atau Inggris di perempat final.
Bisa disebut peluang Brasil dan Norwegia 50:50. Ini berarti hasil akan sangat tergantung pada sedikit keberuntungan berpihak ke siapa.

Terbuka kemungkinan cukup besar pertandingan berlangsung hingga 120 menit. Bukan tak mungkin pula adu penalti menjadi jalan terakhir penentu pemenang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *