Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02
Indonesiadaily.net – Babak 8 besar Piala Dunia 2026 berlanjut dengan pertarungan Spanyol vs Belgia yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli mulai pk. 02.00 WIB. Pertandingan tersebut digelar di Stadion SoFi di Los Angeles, AS, dipimpin wasit Michael Oliver (Inggris).
Pemenang pertandingan ini lolos ke semifinal untuk berjumpa runner-up Piala Dunia 2022 Prancis yang pada 10 Juli pagi WIB menundukkan Maroko 2–0.
Spanyol layak difavoritkan untuk menaklukkan Belgia, seperti yang terjadi dalam empat pertandingan terakhir mereka di kualifikasi Piala Dunia dengan skor 2–0 (1994, kualifikasi PD 2006), 2–0 (1995, PD 2006), 2–1 (2008, PD 2010), dan 5–0 (2009, PD 2010).
Terakhir kedua tim bertemu dalam laga persahabatan yang juga berujung kemenangan La Roja alias Si Merah 2–0.
Belgia terakhir kali menang atas Spanyol dalam waktu normal 90 menit di fase grup Piala Eropa (Euro) 1980 dengan skor 2–1. Di turnamen itu Belgia finis sebagai runner-up setelah di final kalah 1–2 dari Jerman Barat di Stadion Olimpico Roma, Italia.
Kemenangan terakhir Belgia di putaran final Piala Dunia atas Spanyol terjadi pada 1986 di Stadion Cuauhtemoc di Puebla, Meksiko. Ketika itu di 8 besar, pertandngan selama 120 menit imbang 1–1 dan Belgia menang adu penalti 5–4.
Gawang Unai Simon Masih Perawan
Spanyol sejauh ini menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026. Walaupun memulai turnamen dengan hasil minor ditahan imbang tanpa gol oleh debutan Tanjung Verde, tim asuhan Luis de la Fuente di laga-laga berikutnya selalu menang dan gawang Unai Simoin masih perawan.
Di sisa dua pertandingan fase grup Spanyol menghabisi Arab Saudi 4–0 dan menundukkan Uruguai 1–0. Di babak gugur Rodri Hernandez dan kawan-kawan melumat Austria 3–0 dan terakhir membekuk Portugal bersama Cristiano Ronaldo-nya 1–0 meskipun gol baru datang di ujung babak kedua lewat Mikel Merino.
Di sisi berseberangan Belgia memulai turnamen ini juga dengan kegamangan setelah dipaksa imbang di dua laga awal 1–1 vs Mesir dan 0–0 vs Iran, tetapi untungnya di pertandingan ketiga sanggup tampil perkasa dengan menguliti Selandia Baru 5–1.
Di babak 32 besar, Belgia susah payah mengalahkan Senegal 3–2 dengan gol lewat titik penalti saat injury time babak tambahan kedua telah memasuki menit ke-5.
Namun, modal penting untuk bertarung kontra Spanyol berhasil Belgia dapatkan di 16 besar dengan menghentikan langkah tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 4–1.
Dengan catatan rekor pertemuan yang begitu mendominasi dan juga mencermati perjalanan kedua tim di lima pertandingan Piala Dunia kali ini di mana Spanyol lebih konsisten, wajar jika juara dunia 2010 itu diunggulkan meraih kemenangan.
Bahkan, dengan belum kemasukan satu gol pun, Spanyol sangat pantas untuk difavoritkan tampil sebagai juara, mengulangi kisah sukses mereka di Afrika Selatan 16 tahun lalu.
Apa lagi, mereka memasuki turnamen kali ini dengan status juara Euro 2024. Memang, Spanyol telah menjadi tim yang berbeda di bawah asuhan Luis de la Fuente sejak 2022.
Menjuarai Euro 2024 menjadi puncak pencapaian tim asuhannya hingga saat ini, tetapi memenangkan Piala Dunia kedua kali untuk negaranya akan melampaui prestasi tersebut. Mimpi itu semakin dekat untuk menjadi kenyataan.
Butuh Kesempurnaan untuk Menaklukkan Spanyol
Belgia akan menemui kesulitan. Youri Tielemans dan kawan-kawan tentu sangat paham bahwa kesempurnaan sangat dibutuhkan untuk menghentikan Spanyol.
Setelah tersendat di awal turnamen, anak asuh Rudi Garcia sedang menemukan ritme permainan mereka, terutama di depan gawang, dibuktikan dengan gelontoran 4 gol ke gawang AS.
Namun, skuat Belgia tentu tidak berpikir bahwa mereka bisa mengulangi pesta gol itu ke gawang Spanyol. Bahkan, Romelu Lukaku dan kawan-kawan di barisan depan Belgia akan menemui kesulitan besar menembus tembok tebal lawan.
Meski demikian, tetap saja apa pun bisa terjadi dalam pertandingan sepak bola. Apa pun boleh diharapkan, boleh diimpikan.
Kalau Belgia dapat memperkuat pertahanan sehingga penyerang Spanyol—yang dimotori Mikel Oyarzabal yang telah mencetak 4 gol—tak berkutik, lantas bersabar menanti pemain lawan keluar menyerang, tim berjuluk Setan Merah berpotensi menimbulkan masalah bagi Si Merah dan pada akhirnya peluang untuk mengulangi memori indah 40 tahun silam melalui skema serangan balik bisa terwujud.(*)






