Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02
Indonesiadaily.net– Babak 8 besar Piala Dunia 2026 pada 12 Juli WIB akan memanggungkan dua pertandingan terakhir. Norwegia jumpa Inggris mulai pk. 04.00 dan Argentina vs Swiss mulai pk. 08.00.
Pemenang dua pertandingan itu bertemu di semifinal yang direncanakan digelar pada 16 Juli WIB mulai pk. 02.00.
Norwegia vs Inggris, Kane vs Haaland-Bellingham
Laga Norwegia vs Inggris digelar di Stadion Hard Rock di Miami dan dipimpin wasit Prancis Clement Turpin. Kedua tim dalam performa puncak setelah meraih kemenangan impresif di 16 besar.
Inggris sedang mempersiapkan penampilan perempat final ke-11 mereka di putaran final Piala Dunia, dengan hanya Brasil dan Jerman, masing-masing 14, yang mencatatkan lebih banyak.
Sementara itu, Norwegia memasuki babak baru. The Vikings sebelumnya paling tinggi masuk babak 16 besar, itu terjadi di Piala Dunia 1998 di Prancis.
Tim asuhan Stale Solbakken telah membuktikan diri layak disebut kuda hitam, lolos dari Grup I yang sulit yang dipimpin oleh favorit Prancis sebelum mengalahkan Pantai Gading dan juara lima kali Brasil untuk mencapai 8 besar.
Terdapat pengaruh kuat dari Liga Primer Inggris di Timnas Norwegia dengan banyak pemain yang pernah berhadapan dengan pemain terbaik Inggris dua kali setahun di level klub.
Di sisi berseberangan, Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel berjuang keras di Piala Dunia sejauh ini, tetapi kemenangan yang penuh perjuangan atas Meksiko di 16 besar termasuk penampilan terbaik Three Lions di turnamen besar.
Jadi, bukan sekadar harapan, ini keyakinan tulus bahwa Inggris akan menambahkan bintang kedua ke jersey mereka, tim mana pun yang akan mereka hadapi di semifinal ataupun final.
Tak dapat dipungkiri betapa pentingnya kemenangan Norwegia atas Brasil pada pertandingan sebelumnya, tetapi perlu diakui bahwa itu terasa kecil dibandingkan dengan kemenangan Inggris atas Meksiko di Azteca.
Thomas Tuchel telah membangun rasa persaudaraan yang dipupuk sebelumnya oleh Gareth Southgate, dengan perilaku di ruang ganti setelah pertandingan menunjukkan skuat yang bersatu dan yakin mampu melaju hingga akhir.
Inggris tentu tidak berani meremehkan Norwegia. Mereka menyadari ancaman yang ditimbulkan Norwegia, dengan kemampuan Erling Haaland untuk mengubah momen-momen dari biasa-biasa saja menjadi potensi yang menakutkan bagi siapa pun lawan mereka.
Tim asuhan Solbakken juga melakukan pressing dengan sangat baik dan bermain dengan jelas dalam penguasaan bola. Ini mengingatkan pada Denmark asuhan Kasper Hjulmand, hanya saja dengan seorang superstar di lini serang, Norwegia akan cukup percaya diri untuk melanjutkan perjalanan mereka, Meski demikian, ada sesuatu hal sangat positif sedang terjadi di kubu Inggris dan Norwegia sulit mengabaikannya.
Kita simak perbandingan materi pemain kedua tim. Erling Haaland adalah fenomena, tetapi hanya ada satu dirinya yang harus diwaspadai Inggris.
Three Lions memiliki dua superstar dan keduanya tampil gemilang. Harry Kane dan Jude Bellingham berbagi sorotan pencinta bola, dengan keduanya berkolaborasi untuk kehadiran 3 gol di Mexico City setelah Kane mencetak 2 gol untuk mengalahkan Republik Demokratik Kongo.
Satu hal yang harus Inggris perbaiki ialah lini pertahanan dengan hanya dua clean sheet yang berhasil mereka raih di turnamen ini dan gawang mereka kemasukan 5 gol.
Dengan performa Haaland seperti sekarang, jelas pertahanan Inggris harus diperketat. Bagaimana tidak, Norwegia telah mencetak 12 gol di turnamen ini, tujuh di antaranya kontribusi Haaland.
Dengan menyimak performa kedua tim sejauh ini, Inggris sedikit lebih layak diprediksi memenangkan pertandingan meskipun hanya dengan skor tipis. Terlebih jika menyimak rekor pertemuan kedua tim di lima pertandingan terakhir, Inggris dua kali menang dan hanya satu milik Norwegia, dua lainnya imbang.
Satu hal yang harus diwaspadai Inggris, hanya satu dari lima laga terakhir mereka yang berkangsung di ajang kompetitif yakni di kualifikasi Piala Dunia 1994 dan Norwegia-lah pemenangnya dengan skor 2–1.
Argentina vs Swiss Milik Tango
Pertarungan Argentina vs Swiss berlangsung di Stadion Arrowhead di Kansas City dan dipimpin wasit Portugal Joao Pinheiro (Portugal).
Swiss bersiap untuk semifinal Piala Dunia pertama mereka sejak pencapaian tertinggi meraih perempat final ketika menjadi tuan rumah turnamen ini pada 1954, sementara Argentina berharap menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar sejak Brasil melakukannya pada 1962.
La Albiceleste telah berjuang keras setelah dengan mudah melewati fase grup. Didukung kehebatan Lionel Messi, mereka menemukan cara untuk menahan Tanjung Verde setelah perpanjangan waktu di 32 besar dan kemudian comeback dari tertinggal 0–2 menjadi kemenangan 3–2 atas Mesir di 16 besar.
Argentina keliru besar jika meremehkan Swiss. Tim asuhan Murat Yakin berpengalaman dan, seperti yang dialami Kolombia yang gagal memaksimalkan sejumlah peluang, Swiss sulit dikalahkan.
Kelebihan yang dimiliki Lionel Messi menutupi kekurangan skuat Tango. Kemungkinan pertandingan berjalan cukup berimbang, karena kualitas teknis Argentina akan bisa diimbangi dengan semangat hebat Swiss.
Namun, rekor pertemuan menunjukkan dominasi Argentina. Dalam tujuh pertemuan, Swiss belum pernah mengalahkan Argentina. La Albiceleste juga telah memenangkan dua pertandingan Piala Dunia mereka, termasuk di babak gugur pada 2014 lewat perpanjangan waktu.
Meskipun laga bakal ketat, sebagai tim dengan kualitas pemain lebih rendah, wajar jika Swiss memilih memperlambat tempo sebagaimana yang mereka peragakan melawan Kolombia. Jika serangan Argentina gagal dan Swiss berhasil memaksimalkan serangan balik, bencana bisa terjadi bagi tim Tango yang berpotensi membalikkan prediksi kemenangan mereka.(*)






