Jadwal Piala Dunia: Mesir Berharap Keajaiban vs Argentina, Swiss vs Kolombia Ketat

 

Oleh : M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net – Babak 16 Piala Dunia 2026 besar mendekati akhir dengan tersisa dua pertandingan lagi. Juara bertahan Argentina beradu dengan Mesir pada 7 Juli mulai pk. 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Amerika Serikat, yang dipimpin wasit Francois Letexier (Prancis).

Berselang 4 jam kemudian, ketangguhan Swiss akan diuji Kolombia di Stadion BC Place di Vancouver, Kanada. Pertarungan ini dipimpin wasit Ivan Barton (El Salvador).

Pemenang dua pertandingan itu bertemu di 8 besar pada 12 Juli mulai pk. 02.00 WIB di Stadion Arrowhead di Kansas City, AS.

Tanpa harus menelusuri data dan fakta terlalu jauh ke masa lalu, siapa pun bisa memprediksi bahwa Argentina kemungkinan besar bakal menumbangkan Mohamed Salah dan kawan-kawan.

Argentina dengan Lionel Messi-nya jelas diunggulkan ketimbang Mohamed Salah dan kawan-kawan. Setidaknya kemenangan tipis akan menjadi milik tim Tango.

Namun, La Albiceleste tidak boleh lengah setelah dibuat waswas di 32 besar ketika Tanjung Verde mengejutkan Lionel Scaloni dan para pemainnya, memaksa perpanjangan waktu dan membuat Argentina berkeringat saat menang 3–2 atas tim debutan dari Afrika Barat dan dibantu gol bunuh diri lawan. Jadi jelas, tidak ada pertandingan yang mudah di perhelatan akbar ini.

Menghadapi Mesir, ini pertama kalinya Lionel Messi dan kawan-kawan benar-benar diuji di turnamen ini, dengan kemenangan “rutin” atas Aljazair, Austria, dan Yordania di fase grup mungkin membuat mereka merasa aman secara berlebihan.

Mesir akan berusaha mengikuti pola yang diterapkan Tanjung Verde, meskipun mereka juga dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu dan akhirnya adu penalti dalam pertandingan babak 32 besar melawan Australia.

Tim besutan Hossam Hassan tak terkalahkan di turnamen ini dan berupaya mencapai perempat final pertama mereka, tetapi kesempurnaan diperlukan untuk mengatasi sang juara bertahan.

Mesir kalah dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan Argentina, menyerah 0–2 dalam pertandingan persahabatan pada 2008.
La Albiceleste menghadapi ujian besar lainnya untuk membuktikan kemampuan mereka mempertahankan gelar, tetapi dapat mengambil dorongan semangat karena difavoritkan.

Argentina memang pantas menang atas Mesir walaupun keajaiban selalu bisa terjadi dalam pertandingan sepak bola termasuk yang dialami Argentina di laga pembuka Piala Dunia 4 tahun lalu saat mereka ditundukkan Arab Saudi 1–2.
Jadi, Mesir akan membuat Argentina kesulitan, baik dalam pendekatan defensif maupun ancaman serangan balik, tetapi raksasa Amerika Selatan itu seharusnya bisa meraih kemenangan, meskipun bukan kemenangan yang mudah dan mewah
Argentina punya rekor bagus melawan tim-tim Afrika: Setelah kemenangan atas Aljazair dan Tanjung Verde, La Albiceleste kini mencatatkan delapan kemenangan beruntun melawan negara-negara Afrika. Namun, kemenangan tipis Argentina yang paling mungkin menjadi hasil akhir pertandingan ini.

Swiss vs Kolombia

Kekuatan Swiss dan Kolombia berimbang, tergambar dari posisi di Ranking FIFA: Kolombia 13 dan Swiss 19. Dengan demikian, penentuan pemenang dalam laga ini berpotensi berujung adu penalti.

Lolos hingga 8 besar membuat kedua tim mencapai prestasi terbaik mereka di Piala Dunia, Swiss hanya berhasil melewati 16 besar sebagai tuan rumah pada edisi 1954 dan satu-satunya perempat final Kolombia terjadi pada 2014 di Brasil.

Swiss telah lolos dari turnamen ini sejak hasil imbang yang mengejutkan dengan Qatar di pertandingan pembukanya akibat kelalaian pada menit-menit akhir, tetapi kemudian mengamankan tiga kemenangan berturut-turut atas Bosnia-Herzegovina, Kanada, dan Aljazair.

Murat Yakin, mantan bek Timnas Swiss berdarah Turki yang kini dipercaya menukangi Granit Xhaka dan kawan-kawan, memiliki tim lengkap dengan tulang punggung yang kokoh.
Di sisi berseberangan, Kolombia disebut sebagai kuda hitam sebelum turnamen dimulai dan sejauh ini telah membuktikan bahwa itu benar adanya.

Hasil imbang dengan Portugal adalah satu-satunya pertandingan yang tidak dimenangkan Los Cafeteros dengan mnereka menaklukkan Uzbekistan, Republik Demokratik Kongo, dan Ghana.

Ini akan menjadi pertemuan kelima antara kedua tim yang menjanjikan kejutan. Hasil pertemuan sebelumnya Kolombia menang dua kali, Swiss satu, dan satu lainnya imbang.

Bintang Kolombia Luis Diaz merupakan titik perhatian utama di laga ini. Dia bisa menjadi pembuat perbedaan bagi timnya, setelah bersinar musim panas ini setelah musim debut yang luar biasa bersama Bayern Munchen.

Luis Diaz akan didukung sang kaoten James Ridriguez—yang berjasa penting membawa Kolombia eraih 8 besar 12 tahun lalu di antaranya berkat gol spektakuer ke gawang Uruguai—serta Luis Suarez.

Ini tentu berbeda dengan Luis Suarez milik Uruguai yang tidak lagi terpilih untuk berkontribusi di Piala Dunia kali ini.
Swiss memang punya nama-nama terkenal, tetapi perpaduan ketekunan dengan dinamisme Kolombia sulit diatasi. Dalam pertandingan dengan kualitas berselisih tipis, Kolombia sedikit memiliki persentase lebih untuk menang, dengan catatan adu penalti pun berpotensi terjadi di ujung laga ini.

Salah satu kesulitan Swiss disebabkan kekuatan pertahanan Kolombia. Tim besutan mantan bek Timnas Argentina Nestor Lorenzo terorganisir dengan sangat baik di lini belakang, mencatatkan tiga clean sheet dalam empat pertandingan di ajang ini.

Swiss pun jekas tidak akan mudah ditaklukkan. Tim berjuluk Nati tak tersentuh kekalahan dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan menang tujuh kali dan seri tiga kali.
Jadi, berimbang, ketat, dan seru, itulah kira-kira yang akan tersaji dalam pertandingan ini.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *