Oleh : MS Gibran
Indonesiadaily.net – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita yang lebih dari sekadar persaingan memperebutkan trofi paling bergengsi di sepak bola.
Di balik duel antara Argentina dan Spanyol, tersimpan kisah persahabatan sekaligus hubungan guru dan murid yang terjalin hampir satu dekade lalu.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, akan kembali berhadapan dengan Luis de la Fuente. Namun, pertemuan kali ini berlangsung dalam suasana yang jauh berbeda.
Jika dahulu keduanya bertemu di ruang pelatihan kepelatihan, kini mereka saling beradu strategi di partai puncak Piala Dunia.
Kisah tersebut bermula pada 2017 ketika Scaloni mengikuti kursus lisensi kepelatihan UEFA yang diselenggarakan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas.
Saat itu, Luis de la Fuente merupakan salah satu instruktur yang bertugas membimbing para peserta, termasuk mantan bek kanan Argentina tersebut.
Selama mengikuti program tersebut, hubungan keduanya berkembang dengan baik. Tidak hanya sebatas pengajar dan peserta, Scaloni dan De la Fuente menjalin komunikasi yang terus berlanjut setelah kursus berakhir. Hubungan profesional itu perlahan berubah menjadi persahabatan yang erat.
Scaloni bahkan pernah mengungkapkan rasa hormatnya kepada De la Fuente. Menurutnya, pelatih Spanyol itu bukan hanya seorang rekan di dunia sepak bola, melainkan juga sosok mentor yang memiliki peran penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Pengalaman belajar dari De la Fuente menjadi salah satu bekal bagi Scaloni sebelum akhirnya dipercaya menangani Timnas Argentina.
Di bawah arahannya, La Albiceleste berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan sejumlah prestasi bergengsi.
Sementara itu, De la Fuente juga berhasil mengangkat performa Timnas Spanyol sejak dipercaya menangani La Roja.
Filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang dipadukan dengan intensitas tinggi membuat Spanyol kembali menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di panggung internasional.
Kini, perjalanan keduanya membawa mereka ke panggung yang paling tinggi. Guru dan murid yang pernah berdiskusi di ruang kelas kepelatihan akan saling beradu taktik untuk menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Terlepas dari hasil akhir pertandingan, pertemuan Scaloni dan De la Fuente menjadi salah satu kisah paling menarik dalam final kali ini.
Hubungan yang dibangun melalui proses belajar, rasa hormat, dan persahabatan menjadi bukti bahwa sepak bola tidak hanya menghadirkan rivalitas, tetapi juga ikatan yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. (Dikutip dari berbagai sumber)






