Begini Cara Messi Membongkar Parkir Tronton Tanjung Verde, Offside-kah Gol Kroasia?

 

Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net – Laga Portugal vs Kroasia yang berakhir 2–1 membuat perasaan saya campur aduk. Di satu sisi senang karena Portugal menang, apa lagi Cristiano Ronaldo mencetak gol sehingga mempertajam rekornya sebagai satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol di enam Piala Dunia, sayangnya di kemudian kecewa mengapa ada VAR yang hanya menyirot dari sisi kiri sehingga tak terlihat ada pemain Portugal menyentuh bola yang mestinya membatalkan status offside pemain Kroasia.

Di babak 32 besar pada 3 Juli pagi WIB, Portugal sukses lolos ke 16 besar setelah mengalahkan Kroasia 2–1. Sayangnya, saat ujung injury time babak kedua, gol Kroasia dianulir karena dianggap offside.

Yang menjadi masalah, VAR hanya menyirit apakah posisi pemain Kroasia si pemberi assist offside atau tidak. VAR tidak menyorot dari belakang ke arah bola yang tersentuh kepala pemain Portugal setelah disundul pemain Kroasia sebelum jatuh ke pemberi assist yang posisinya memang berdiri paling dekat ke gawang kecuali kiper Portugal.

Regulasi FIFA, jika posisi seorang pemain offside tetapi bola menyentuh pemain lawan sebelum diterima pemain yang semula offside, status offside pemain itu batal.

Lagi-lagi sayangnya, mengapa VAR hanya menyorot posisi offside si pemberi assist dengan kamera dari arah samping dan tidak menyoroti dari arah belakang yang menunjukkan pemain Portugal menyentuh bola sebelum si kulit bundar jatuh ke pemberi assist.

Hanya tayang ulang lambat dari kamera televisi yang menunjukkan bola mengenai pemain Portugal sebelum jatuh ke pemberi assist. Jadi, VAR digunakan, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal karena hanya menggunakan kamera dari sisi kiri lapangan. Sungguh aneh itu bisa terjadi di turnamen bernama Piala Dunia.
Namun, memang Piala Dunia adalah turnamen yang selama 96 tahun sarat dengan drama dan kontroversi.

Nah, kita beralih sedikit. Salah satu tim nasional yang paling sarat kontroversi sepanjang sejarah Piala Dunia adalah Argentina. Kontroversi terbesarnya tentu ketika Mario Kemoes dan kawan-kawan menjuarai Piala Dunia 1978 saat mereka menjadi tuan rumah.

Selain itu, ada pula gol tangan Tuhan yang dicetak Diego Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986.

Di Piala Funia 1978, aroma politik begitu kencang datang dari junta militer penguasa negara Amerika Selatan itu dan puncaknya ialah kemenangan fenomenal dan kontroversial setengah lusin gol Argentina ke gawang Peru yang ternyata kelahiran Argentina.

Argentina ketika itu memang memerlukan banyak gol untuk menyingkirkan Brasil agar bisa melaju ke partai puncak. Tango akhirnya juara setelah menundukkan Belanda di final 3–1 lewat perpanjangan waktu.

Balik ke Piala Dunia 2026, Argentina akan melanjutkan perjuangan mempertahankan gelar pada 4 Juli 2025 melawan debutan Tanjung Verde. Pertarungan dijadwalkan dimulai pada pk. 05.00 WIB dan dipimpin wasit asal Kanada Drew Fischer.

Melihat perbandingan kualitas tim, sepantasnya Argentina mampu menghentikan langkah Tanjung Verde yang lolos ke 32 besar setelah menahan imbang Spanyol, Uruguai, dan Arab Saudi di fase grup, tanpa meraih kemenangan satu pun.

Sementara itu, Argentina menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan kemenangan atas Aljazair, Austria, dan Yordania.

Kalau Tanjung Verde bisa menahan imbang Argentina selama 120 menit kemudian menang adu penalti, itu mungkin bisa disebut sebagai kehebohan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia, bahkan mengalahkan Maracanazo di Piala Dunia 1950 ketika Uruguai mengalahkan Brasil 2–1 di laga penentuan.

Boleh jadi kita akan menyaksikan bukan sekadar parkir bus, tetapi sudah sampai parkir tronton, diterapkan seluruh pemain Tanjung Verde untuk menahan gempuran Argentina.

Kalau itu yang terjadi sehingga Argentina gagal mencetak gol dari permainan terbuka, Lionel Messi tetap berpeluang memecah kebuntuan melalui eksekusi tendangan bebas.

Kalau Messi berhasil menambah gol, itu berarti dia lari meninggalkan ujung tombak Prancis Kylian Mbappe dalam persaingan sebagai top skor, bukan hanya untuk turnamen ini, melainkan juga top skor sepanjang masa Piala Dunia. Saat ini Messi top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 19 gol, sedangkan Mbappe 18 gol. Untuk top skor Piala Dunia 2016 ini, kedua pemain sama-sama telah mengoleksi 6 gol.

Dua pertandingan lain yang digelar pada 4 Juni WIB adalah Australia vs Mesir mulai pk. 01.00 WIB dan Kolombia vs Ghana mulai pk. 08.30 WIB. Kita tunggu kejutan atau kontroversi apa lagi yang muncul di Piala Dunia 2026.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *