Oleh M. Syahran W. Lubis, Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG InformanBola.
Indonesiadaily.net – Pertandingan Brasil vs Maroko di Grup C bisa dipastikan menjadi yang paling dinantikan khalayak pencinta bola di antara empat pertarungan Piala Dunia hari ketiga.
Pertarungan tersebut akan digelar pada 14 Juni mulai pk. 05.00 WIB di Stadion MetLife di New Jersey dan dipimpin wasit Slavko Vincic (Slovenia).
Mengingat penhuni Grup C lainnya hanyalah Skotlandia dan Haiti yang di masa lalu selalu kandas di fase grup putaran final Piala Dunia, maka hasil pertandingan Brasil vs Maroko sangat menentukan tim mana yang menjadi juara Grup C.
Sementara itu, Brasil dan Maroko punya catatan prestasi hebat. Brasil juara lima kali, sedangkan Maroko mengakhiri Piala Dunia 2022 di Qatar sebagai semifinalis.
Mari kita perkirakan bagaimana jalannya pertandingan saat Brasil versus Maroko?
Brasil mengakhiri kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan di posisi kelima, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebaliknya, Maroko memulai tahun ini dengan tampil sebagai juara Piala Afrika. Jadi, Brasil sedang dalam kondisi labil dan berjuang untuk bangkit, sedangkan Maroko di gairah tertinggi.
Di lima pertandingan terakhir sebelum Piala Dunia ini dimulai, Maroko memenangi tiga dari lima pertandingan dengan dua imbang, semua uji coba.
Maroko menundukkan Paraguai 2–1, melumat Burundi 5–0, menghabisi Madagaskar 4–0, serta dua kali seri 1–1 kontra Ekuador dan Norwegia.
Sementara itu, Brasil melalui lima pertandingan terakhir dengan tiga kemenangan, satu seri, dan satu kalah, juga semuanya uji coba.
Brasil mengatasi Kroasia 3–1, Panama 6–2, Mesir 2–1, imbang 1–1 vs Tunisia, dan kalah 1–2 dari Prancis.
Rekor pertemuan kedua tim, Brasil memenangi dua dari tiga pertandingan termasuk 3–0 di Piala Dunia 1998. Dua lainnya uji coba, Brasil menang 2–0 pada 1997, sedangkan Maroko memenangi pertemuan terakhir 2–1 pada Maret 2023.
Melihat hasil lima pertandingan terakhir kedua tim, kekuatan kedua tim relatif berimbang. Tapi, dengan hasil pertemuan terakhir, Brasil harus ekstra waspada dengan kekuatan lawan.
Yang menarik ditunggu, siapa lebih tajam antara dua pemain Real Madrid. Di skuat Maroko ada Brahim Diaz, sedangkan di Brasil bercokol Vinicius Junior.
Diaz, dengan posisinya sebagai gelandang serang ataupun pemain sayap, adalah top skor Piala Afrika 2025 dengan 5 gol, sementara Vinicius, juga penyerang sayap, menyelesaikan musim 2025–2026 dengan 22 gol dan 10 assist di semua kompetisi untuk Madrid.
Peran Diaz di Madrid memang harus diredam karena kehadiran sejumah penyerang lain sehingga dia hanya menjaringkan 2 gol sepanjang musim 2025–2026. Lain halnya ketika bermain untuk Timnas Maroko, Diaz bisa lebih bebas bermanuver.
Vinicius di sayap kiri menjadi ancaman serangan utama Brasil. Bersama Raphinha (11 gol dalam 39 penampilan), dia membentuk salah satu duet sayap paling berbahaya di turnamen ini.
Ketidakpastian terbesar dalam skuat Brasil adalah Neymar, pemain dengan 128 caps dan 79 gol, yang mengalami cedera betis tingkat dua dan tidak tampil dalam pertandingan persahabatan pra-turnamen. Keterlibatannya dalam pertandingan pembuka belum dapat dipastikan, sehingga kemungkinan dia menjadi starter sangat tipis.
Di sisi Maroko, bukan hanya Diaz yang pantas disorot, tapi juga kapten tim Achraf Hakimi. Pilar di lini belakang Singa Atlas ini dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2025.
Lebih penting dari itu, kontribusinya luar biasa ketika membawa klub Prancis Paris Saint-Germain juara Liga Champions Eropa berturut-turut di dua musim terakhir.
Hasil imbang rasanya cukup adil bagi kedua tim. Jika pun ada pemenang, kemungkinan bosar hanya selisih satu gol. Kalau itu terjadi, Haiti dan Skotlandia harus bersiap menghindari gawamg mereka dijadikan lumbung gol oleh Maroko dan Brasil.(*)






