Piala Dunia 2026: Tinggal Satu Pertandingan, Seberapa Besar Sisa Asa Tim-tim Asia?

 

Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net – Rangkaian pertandingan matchday kedua fase grup Piala Dunia 2026 telah berakhir dan setiap kontestan tinggal menyisakan satu laga lagi untuk memastikan lolos atau tidaknya ke 32 besar.

Mari kita telisik bagaimana peluang tim-tim Asia untuk melaju ke babak gugur. Dalam hal ini tidak termasuk Australia, yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu wakil Asian Football Confederation (AFC), tetapi sebenarnya bukan warga Asia.

Terdapat delapan negara Asia yang tim nasionalnya bertarung di Piala Dunia kali ini. Satu-satunya yang dipastikan sudah tersingkir adalah Yordania setelah dua kali kalah di Grup J, 1–3 vs Austria dan 1–2 vs Aljazair.

Seperti Yordania, dua tim Asia lainnya, Irak dan Uzbekistan, juga telah menelan dua kekalahan, tetapi secara matematis masih bisa lolos ke 32 besar sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik dari 12 grup.

Jadi, masih bertahannya cukup banyak tim Asia dibantu oleh ketentuan yang mengizinkan delapan dari 12 tim peringkat ketiga melaju ke fase knock out.

Khusus untuk Yordania, kalau pun menang atas Argentina di matchday ketiga—dan itu 99,99 persen tidak akan terjadi—tetap tak bisa melewati Austria dan Aljazair karena sudah kalah dari dua tim tersebut, mengingat ternyata FIFA menerapkan aturan head-to-head dalam penentuan klasemen fase grup di turnamen kali ini.

Pertandingan terdekat tim Asia adalah Qatar vs Bosnia-Herzegovina di Grup B. Tuan rumah Kanada memuncaki klasemen semetara dengan nilai 4, unggul selisih gol dari Swiss yang juga mengoleksi poin 4, diikuti Bosnia dan Qatar dengan nilai masing-masing 1.

Akibat kekalahan telak 0–6 dari Kanada, Qatar terdampar di posisi terbawah klasemen, kalah selisih gol dari Bosnia.

Dalam pertandingan melawan Bosnia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis 25 Juni mulai pk. 02.00 WIB di Stadion Lumen Field di Seattle, Amerika Serikat, Qatar harus menang untuk mempertahankan asa melaju ke 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Sayangnya, walaupun kemenangan itu terwujud, Qatar tetap dalam posisi sulit bersaing dengan tim-tim peringkat ketiga dari 11 grup lainnya akibat kekalahan telak dari Kanada.

Pertarungan berikutnya bagi tim Asia adalah Korea Selatan yang akan berhadapan dengan Afrika Selatan pada 25 Juni mulai pk. 08.00 WIB.
Bersama Jepang, Korea Selatan menjadi salah satu tim Asia yang memiliki peluang terbesar untuk lolos dari fase grup. Pasukan asuhan Hong Myungbo mendulang nilai 3 setelah menaklukkan Republik Ceska 2–1 dan menyerah 0–1 dari tuan rumah Meksiko.

Hasil imbang vs Afrika Selatan di Stadion BBVA di Guadalupe, Meksiko, cukup untuk membawa Son Heungmin dan kawan-kawan ke posisi runner-up Grup A, apa pun hasil pertandingan Meksiko vs Republik Ceska yang digelar pada saat bersamaan di Stadion Azteca di Mexico City.

Selanjutnya, pada Jumat 26 Juni Jepang jumpa Swedia di Grup F. Pertandingan digelar di Stadion AT&T di Texas, AS, mulai pk. 06.00 WIB. Jepang saat ini di posisi kedua klasemen sementara dengan mengoleksi nilai 4, sama dengan Belanda, tetapi Jepang kalah dalam produktivitas mencetak gol. Selisih gol Belanda 7–3, sedangkan Jepang 6–2, dengan pertemuan kedua tim imbang 2–2.

Jepang vs Swedia merupakan pertarungan hidup mati untuk berebut posisi runner-up grup yang memastikan lolos ke 32 besar. Swedia yang melumat Tunisia 5–1 namun kemudian dihabisi Belanda dengan skor persis sama, wajib menang untuk menggeser Jepang. Sebaliknya bagi Jepang, dengan nilai 4, kalah pun masih membawanya lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dan hasil imbang memastikannya finis sebagai runner-up grup.

Pada Sabtu 27 Juni mulai pk. 02.00 WIB giliran Irak mengais sisa harapan ketika jumpa Senegal di Grup I. Kedua tim sama-sama telah menelan dua kekalahan dari Norwegia dan Prancis.

Hanya kemenangan dalam pertandingan di Stadion BMO Field di Toronto, Kanada, yang bisa membuka kesempatan Irak finis di posisi ketiga. Sayangnya, meski menang, dengan selisih gol saat ini 1–7, sulit bagi Irak untuk masuk ke dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik kecuali menang telak atas Senegal dan itu jelas sulit.

Masih pada 27 Juni, Arab Saudi dijadwalkan bertemu dengan Cape Verde mulai pk. 07.00 WIB. Arab Saudi kini mengoleksi nilai 1 hasil imbang 1–1 vs Uruguai dan menempati posisi dasar klasemen Grup H. Tiga tim di atas Arab Saudi adalah Spanyol dengan nilai 4 serta Uruguai dan Cape Verde masing-masing 2.

Hanya kemenangan di Stadion NRG di Houston, AS, yang memungkinkan Salem Al-Dawsari dan kawan-kawan melaju ke 32 besar. Bahkan, jika sukses menaklukkan Cape Verde sehingga meraih 3 poin dan di laga lain pada saat bersamaan Spanyol menang atas Uruguai di Stadion Akron di Zapopan, Meksiko, maka Arab Saudi finis sebagai runner-up grup dengan nilai 3, lebih baik daripada Uruguai dan Cape Verde yang mengoleksi nilai masing-masing hanya 2.

Namun, memang sulit berharap Arab Saudi mengatasi Cape Verde yang tampil luar biasa sehingga mampu menahan imbang dua tim juara dunia, Spanyol dan Uruguai.

Harapan Asia lainnya ada pada Iran yang saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Grup G dengan nilai 2 hasil seri 2–2 vs Selandia Baru dan 0–0 vs Belgia.

Iran dijadwalkan bertemu Mesir pada 27 Juni mulai pk. 10.00 WIB di Lumen Field, Seattle. Mesir ada di pucuk klasemen dengan nilai 4 dan dalam posisi 99,99 persen melaju ke 32 besar minimal sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Dengan posisi Mesir yang bisa disebut aman, Iran boleh berharap kondisi psikologis Mesir tak lagi bertekad tampil menggebu-gebu dan mengeluarkan seluruh kemampuan mereka. Dengan demikian, setidaknya hasil imbang kembali diraih Iran, sehingga finis di posisi ketiga klasemen akhir Grup G.

Bahkan, jika Iran seri vs Mesir dan di laga lain pada saat bersamaan Selandia Baru menundukkan Belgia di Stadion BC Place di Vancouver, Kanada, maka Iran akan finis sebagai runner-up grup. Namun, memang nyaris mustahil Selandia Baru—yang berperingkat FIFA 85, terendah di Piala Dunia ini—mengalahkan Belgia, salah satu tim terkuat di level dunia.

Satu tim lagi harapan Asia adalah Uzbekistan yang berjuang di Grup K. Pasukan asuhan mantan bek Timnas Italia Fabio Cannavaro akan meladeni Republik Demokratik Kongo pada Minggu 28 Juni mulai pk. 06.30 WIB di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, AS.

Setelah dua kali kalah dari Kolombia 1–3 dan Portugal 0–5, secara matematis Uzbekistam masih bisa lolos ke 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Namun, sebagaimana Qatar dan Irak, finis sebagai peringkat ketiga grup pun tetap sulit bagi tim Asia Tengah ini untuk bersaing dengan 11 tim peringkat ketiga lainnya akibat selisih gol minus yang sangat besar.

Jadi, tim Asa yang masih cukup realistis diharapkan lolos ke babak gugur adalah dua tim Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan, serta Iran. Arab Saudi masih bisa diharapkan dengan probabilita hanya sekitar 20 persen. Sedangan Uzbekistan dan Irak sepertinya akan menemani Yordania pulang jauh sebelum turnamen usai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *