Piala Dunia 2026: Jerman Menang, Belanda vs Maroko Ketat, Brasil Kalah Lagi vs Jepang?

 

Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net -Babak 32 besar Piala Dunia 2026 menggelar tiga pertandingan seru pada 30 Juni WIB. Brasil vs Jepang mulai pk. 00.00 Brasil vs Jepang, pk. 03.30 Jerman vs Paraguai, dan pk. 08.00 Belanda vs Maroko.

Brasil memasuki babak 32 besar dalam kondisi percaya diri setelah melumat Skotlandia 3–0 di pertandingan terakhir Grup C, sehingga menyelesaikan fase grup dengan dua kemenangan dan satu imbang.
Tim Samba memimpin Grup C berkat selisih gol lebih baik daripada Maroko dan dengan permainan menyerang yang memukau, mereka menuju 32 besar sebagai favorit melawan Jepang.

Sementara itu, Jepang menutup pertarungan Grup F tanpa terkalahkan, finis di posisi kedua setelah imbang 1–1 melawan Swedia.

Pasukan Samurau Biru datang dengan catatan tak tersentuh kekalahan dalam 10 pertandingan di semua kompetisi, membawa ciri khas berupa tekanan berintensitas tinggi, transisi cepat, dan organisasi yang disiplin ditopang keyakinan dapat menciptakan kejutan besar dan mampu mencapai 16 besar.

Kondisi terbaru, Raphinha absen dalam pertandingan terakhir Brasil di fase grup melawan Skotlandia karena cedera hamstring dan belum pasti bisa diturunkan dalam laga melawan Jepang.

Di sisi lain, Neymar tampil untuk pertama kalinya bagi Brasil sejak 2023 sebagai pemain pengganti melawan Skotlandia, tetapi belum jelas apakah pelatih Carlo Ancelotti akan menurunkannya sebagai starter dalam pertandingan sulit dan menentukan melawan Jepang.

Di sisi berseberangan, Ayase Ueda dari Jepang bermain dengan sedikit masalah kebugaran selama fase grup, tetapi kemungkinan tetap diturunkan untuk memimpin lini depan melawan Brasil.

Namun, penyerang bintang Takefusa Kubo kemungkinan besar tidak tampil, karena masih menjalani latihan individu setelah cedera lutut kiri dalam pertandingan pembuka melawan Belanda.

Di laga nanti, yang digelar di Stadion NRG di Houston, Amerika Serikat, dan dipimpin wasit Italia Maurizio Mariani, terdapat beberapa pemain yang layak mencuri perhatian lebih.

Di lini depan Brasil ada Vinicius Junior. Pemain sayap Real Madrid ini memimpin serangan di fase grup dengan mencetak 4 gol di ketiga pertandingan. Kecepatan eksplosif dan kemampuan dribbling elitnya di sayap kiri merupakan ancaman besar bagi Jepang.

Di sisi Jepang, Daichi Kamada menjadi jangkar lini tengah mereka dan tampil gemilang di fase grup dengan mencetak gol-gol penting melawan Belanda dan Tunisia. Gelandang Crystal Palace ini akan mengatur tempo dan memanfaatkan celah dalam transisi untuk menyulitkan Brasil.

Brasil dan Jepang telah bertemu 14 kali sepanjang sejarah. Tim Samba mendominasi dengan 11 kemenangan, sementara Jepang hanya menang satu kali, dengan dua sisanya imbang.

Dalam pertemuan terakhir mereka pada 14 Oktober 2025, Jepang mencetak sejarah dengan bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Brasil 3–2 dalam pertandingan persahabatan yang dramatis di Tokyo.

Hasil laga terbaru ini tentu membuat Jepang berkeyakinan bahwa mereka bisa menekuk Brasil. Sebaliknya, Brasil tentu tak mau kekalahan memalukan dari tim Asia terulang. Kita tunggu apakah Jepang mampu mengulang kemenangan atas Brasil.

Pertandingan berikutnya tak kalah seru, Jerman meladeni Paraguai, yang secara mengejutkan lolos dari fase grup di tengah kepungan Amerika Serikat, Turki, dan Australia.

Tanpa harus melihat terlalu jauh ke belakang, dengan mudah kita bisa memprediksi bahwa juara dunia empat kali Jerman jauh lebih pantas memenangi pertandingan ini dibandingkan dengan Paraguai yang lolosnya mereka ke putaran final Piala Dunia ini pun dengan tertatih-tatih di tujuh pertandingan awal kualifikasi zona Amerika Selatan.

Sementara itu, pertandingan Belanda vs Maroko kemungkinan besar bakal berlangsung ketat. Belanda memang punya reputasi hebat sebagai runner-up tiga kali Piala Dunia edisi 1974, 1978, dan 2010. Namun, Maroko merupakan peringkat keempat Piala Dunia 4 tahun lalu dan mengawali tahun ini sebagai juara Piala Afrika.

Pertarungan ketat kedua tim boleh jadi membawa pemenangnya harus ditentukan melalui adu penalti.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *