Oleh M. Syahran W. Lubis, penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG InformanBola.
Indonesiadaily.net – Sepak bola besok bakal gegap gempita dengan dimulainya Piala Dunia 2026. Diikuti 48 tim nasional, perhelatan akbar ini boleh jadi akan memunculkan tim kuda hitam, yang semula tidak masuk hitungan, tapi kemudian tampil mengejutkan meskipun bukan berarti berujung juara.
Mari kita telisik tim-tim mana saja yang berpotensi tampil sebagai kuda hitam di Piala Dunia 2026.
Di Grup A, Korea Selatan bukan tak mungkin bakal mengejutkan lawan-lawannya yaitu tuan rumah Meksiko, Republik Ceska, dan Afrika Selatan.
Korsel pernah menorehkan prestasi tertinggi finis di peringkat keempat ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 bersama Jepang walaupun dalam perjalanannya mereka banyak diuntungkan sejumlah keputusan kontroversial dari wasit terutama ketika mengalahkan Spanyol dan Italia.
Setelah itu, Korsel juga mampu tampil cukup mengesankan dan di Piala Dunia 2018 membuat sejarah dengan menghantam Jerman 2–0 kendati kedua tim gagal lolos ke fase knock out.
Di Piala Dunia kali ini, Laskar Taegeuk asuhan Hong Myung-bo berpeluang cukup besar untuk lolos ke babak 32 besar, setidaknya sebagai sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Di dua laga terakhir sebagai persiapan berangkat ke Kanada, Korsel menundukkan dua tim yang pernah bertarung di putaran final Piala Dunia, El Salvador 1–0 dan Trinidad-Tobago 5–0.
Di Grup B, Bosnia-Herzegovina layak disebut sebagai kuda hitam di tengah persaingan dengan Swiss, Qatar, dan tuan rumah Kanada.
Edin Dzeko dkk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah di laga play-off terakhir menundukkan juara dunia empat kali Italia. Ini kedua kalinya Bosnia lolos ke putaran final Piala Dunia setelah yang pertama pada 2014.
Bosnia sangat pantas melaju ke fase knock out bukan hanya sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, melainkan juga sebagai runner-up Grup B.
Dalam dua laga uji coba terakhir memang mereka hanya bisa imbang ketika meladeni Makedonia Utara dan Panama, tetapi itu bukan patokan bahwa tim asuhan Sergej Barbarez tak mampu mengatasi tiga lawan di Grup B.
Di Grup C terdapat Brasil, Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Setelah finis di empat besar di Piala Dunia terakhir, sebenarnya Maroko tak bisa sepenuhnya lagi dikategorikan sekadar kuda hitam.
Apa lagi, Haiti dan Skotlandia tidak pernah lolos dari fase grup di putaran final yang pernah mereka ikuti. Jadi, Maroko layak difavoritkan untuk setidaknya lolos sampai 8 besar.
Di dua uji coba terakhir, tim besutan Mohamed Ouahbi melumat Madagaskar 4–0 dan seri 1–1 versus Norwegia, yang juga pantas dipertimbangkan sebagai kuda hitam di Piala Dunia kali ini.
Di Grup D, keempat tim bukan favorit, tapi semua berpeluang tampil mengejutkan dan bukan sekadar lolos ke 32 besar. Keempat tim itu meliputi Turki, Australia, Paraguai, dan tuan rumah Amerika Serikat.
Dari keempat tim itu, prestasi tertiggi di Piala Dunia dicapai Turki dan Amerika Serikat. Turki finis di posisi ketiga Piala Dunia 2002, sedangkan Amerika Serikat menduduki posisi semifinalis bersama Yugoslavia di Piala Dunia 1930.
Di Grup E, salah satu tim favorit juara Jerman akan bertemu dengan Pantai Gading, Ekuador, dan debutan Curacao. Pantai Gading dan Ekuador akan berebut mendampingi Jerman ke 32 besar. Boleh jadi keduanya bahkan melangkah jauh sampai 16 besar walaupun hanya lolos dari fase grup sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.
Grup F dihuni Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia. Belanda tetap paling pantas diunggulkan lolos ke 32 besar. Tapi Jepang pun layak diapungkan sebagai kuda hitam, bahkan bersaing dengan Swedia untuk menjadi runner-up grup.
Sementara itu, Tunisia tetap harus dihormati sebagai salah satu tim yang bisa mengejutkan lawan-lawannya. Namun, di antara tiga kekuatan yang merata selain Belanda, Tunisia boleh disebut sebagai “si bungsu” melihat perbandingan prestasinya dengan Jepang dan Swedia.
Selanjutnya Grup H mempertarungkan Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Mesir dengan Mohamed Salah-nya layak disebut kuda hitam hingga bukan hanya lolos ke 32 besar sebagai runner-up, tapi juga melangkah lebih jauh ke 16 besar.
Di uji coba terakhir, tim asuhan Hossam Hassan—yang juga sampai sekarang masih menjadi top skor sepanjang masa Mesir dengan 69 gol—mengatasi Rusia 1–0 tetapi kemudian kalah 1–2 dari Brasil.
Di Grup I Norwegia boleh dianggap sebagai kuda hitam ketika berjuang melawan Irak, Senegal, dan tim favorit Prancis. Di uji coba terakhir, Erling Haaland dkk mengimbangi kuda hitam lainnya Maroko 1–1 dan menundukkan Swedia 3–1, indikasi bahwa tim asuhan Stale Solbakken pantas lolos hingga 32 besar, bahkan 16 besar.
Sementara itu, Aljazair masuk kategori kuda hitam yang bersaing dengan Australia untuk menjadi runner-up Grup J di bawah juara bertahan Argentina. Tergabung dengan Yordania, Aljazair sangat mungkin menang besar yang membawanya lolos ke 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Predikat kuda hitam untuk Aljazair layak disematkan juga karena di uji coba awal bulan ini tim besutan Vladimir Petkovic menekuk tim favorit Belanda 1–0.
Di Grup K tim unggulan Portugal akan jumpa Republik Demokratik Kongo, Kolombia, dan Uzbekistan. Portugal agaknya akan dengan mudah mengatasi tiga pesaingnya. Satu tim lagi akan menemani Portugak ke 32 besar, tapi tak satu pun tiga tim lainnya pantas disebut sebagai kuda hitam. Tim pendamping Portugal pun kemungkinan akan terhenti di 32 besar.
Di Grup L Inggris dan Kroasia sangat pantas dijagokan sebagai dua tim yang finis teratas. Sementara itu, Ghana dan Panama mencoba peruntungan setidaknya menjadi salah satu peringkat ketiga terbaik untuk sekadar melengkapi peserta 32 besar. Kedua tim tersebut pun tidak bisa dikategorikan kuda hitam.(*)






