Kedaulatan Pangan dan Protein

Oleh : Teguh Ermawan

Indonesiadaily.net – Selama ini kita terjebak dengan jargon propaganda, terkait pangan pun protein yang menyesatkan.
Artinya semua lebih berpihak kepada kapitalism, daripada kedaulatan rakyat itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Seperti dulu ada program bibit padi unggul, yang ujungnya tergantung soal pupuk. Dengan dalih untuk meningkatkan kualitas dan volume panen, tapi tanpa sadar kita terjebak dengan pupuk yang mereka juga persiapkan. Sehingga kita terjebak dengan rantai kapitalism yang susah untuk melepaskan tingkat ketergantungan. Baru tersadar bahwa ada kandungan tanah yang rusak, diakibatkan oleh pupuk2 kimiawi tersebut. Ini belum ke unsur kimia yang tanpa sadar juga masuk ke tubuh kita, lewat apa yg dihasilkan baik itu tanaman pun pupuk kimia tersebut.

Begitu juga dengan ayam, baik soal bibit sampai dengan pakan kita tergantung dengan perusahaan2 besar.
Bagaimana kita bisa lepas dari jerat rantai kapitalism, bila kita sendiri tidak memahami bahwa ada kejahatan corporate yang sengaja kita biarkan dan tumbuh kembang di republik ini.

Sehingga bagaimana kita bisa berdaulat baik pangan pun protein, bila negara tidak hadir. Atau mungkin malah sengaja lakukan pembiaran, dengan dalih pendapatan pajak.

Saatnya musti ada Gerakan Kedaulatan Pangan dan Protein, guna selamatkan generasi yang akan datang. Karena seperti kita ketahui bersama, bagaimana kualitas kesehatan anak cucu, bila kita tidak mulai lakukan antitesa tentang sesuatu yang krusial di bidang pangan dan protein.

Ini belum soal daging sapi, kambing dan lain-lain, yang kesemuanya hanya berpihak untuk kepentingan profit oriented (pemodal). Tanpa sadar negara kita menjadi pasar bagi negara dunia kesatu (kapitalism).

Saatnya kira merekonstruksi ulang terkait pangan dan protein, baik soal regulasi pun lakukan antitesa tentang berbagai jargon propaganda kapitalism yang menyesatkan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *