Mereka Sedang Bermain Catur

Wawan Leak.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Oleh : Wawan Leak, Eksponen 80 an dan pemerhati sosial.

Bacaan Lainnya

Indonesiadaily.net – Publik sedang disuguhkan permainan catur oleh mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo.
Mereka berdua saling menggerakkan bidaknya masing-masing. Masyarakat pun tahu, arah dari pergerakan budak catur keduanya. Jokowi menggerakkan bidak caturnya guna bertahan, dan Prabowo Subiyanto dengan menyerang.
Walau analogi bertahan pun menyerang tidak kasat mata terlihat.

Analogi di atas sebagai kesimpulan penulis melihat fenomena yang saat ini tergambar atau tersirat. Jokowi akan berusaha, bagaimana mempertahankan apa yang selama ini diperbuat selama 10 tahun, bukan menjadi kefatalan tata kelola berbangsa dan bernegara.

Pun sebaliknya Prabowo menerapkan tata kelola berbangsa bernegara, yang membumi dan tegak lurus untuk kesejahteraan keberadaban dan berkeadilan bagi segenap rakyat Indonesia.

Berbagai macam akrobat politik disajikan oleh Jokowi selama masa pemerintahannya, perlahan terjawab oleh waktu. Baik disisi ekonomi, dengan mulai terkuaknya pemufakatan di Pertamina, IKN, pertambangan mineral, dan masih banyak lagi di sisi yang lain. Baik bagaimana cara Jokowi memenangkan kontestasi Pilpres di 2019, juga bagaimana Jokowi menggerakkan kabinetnya guna kepentingan kelompok atau tirai kekuasaannya saat itu.

Nepotisme tumbuh subur di lingkungan keluarganya, dan juga kepada institusi yang bisa dianggap sejalan dengan pola machiavellis yang dia terapkan.

Tapi itu semua tertata rapi, walau publik sudah banyak yang tahu dan paham, akan berbagai akrobat politik yang diterapkan oleh nya dengan sistem kapitalisme.
Disisi lain Presiden Prabowo, bergerak cepat dengan piawai menunjukkan pada rakyat, pada keberpihakan yang jelas dan tegas pada pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, yang kadang tidak terlihat dan tergambar dengan jelas di permukaan.
Kasus Pertamina mulai terkuak, judi online, pagar laut. Yang kesemuanya adalah warisan dari pemerintahan sebelumnya, yaitu saat Jokowi menjadi Presiden.

Dikutip di beberapa media, Mentan Amran ditemui Wapres Gibran karena ketegasannya memberantas mafia beras dan masih banyak lagi dialektika politik di mainkan oleh Jokowi dan Prabowo Subiyanto.

Banyak spekulasi beredar bahwa Prabowo melanjutkan atau menyamakan pola pemerintahan Jokowi dan Prabowo Subiyanto.

Spekulasi yang menurut penulis, sangat tidak mendasar dan terkesan emosional.
Dengan pekik Hidup Jokowi yang dilakukan Prabowo Subiyanto, memang tergambar tegas, bahwa akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi.
Tapi penulis berkeyakinan, bahwa Prabowo sedang mengajak publik atau rakyatnya, guna bersama mengawal pemerintahannya. Sehingga publik tahu, apa yang terjadi dengan berbagai kefatalan di era Jokowi dan bagaimana publik terlibat guna membenahi di era pemerintahan Presiden Prabowo.

Perlahan bidak catur keduanya, akan menjawab dan ini proses yang membutuhkan kesabaran revolusioner.

“Aku tidak sedang mengangkat batu guna membangun candi, tapi aku sedang menyiapkan kesejahteraan, keberadaban dan keadilan bagi rakyat. Yang kelak akan menjadi bunga- bunga diatas batu nisan ku”.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *