Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Kader Serta Edukasi kepada Ibu Hamil dan Ibu Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Jawa Barat

Pengabdian masyarakat dosen

Oleh :  

Dra. Marina Ery Setiyawati, M.M.

Bacaan Lainnya

Dr. Lusyta Puri Ardhiyanti, S.ST., M.Kes.

Apt. Riswandy Wasir, M.P.H., PhD.

Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat

Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

 

Indonesiadaily.net – Angka stunting pada balita di wilayah Puskesmas Tugu, Kota Depok, menjadi keprihatinan karena dampak jangka panjangnya terhadap pertumbuhan anak. Dalam upaya mengatasi ini, kami bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada ibu hamil, ibu balita, dan kader terkait pencegahan stunting. Kami bermaksud meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait stunting melalui pendekatan edukasi. Dengan kerja sama antara Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, kami melaksanakan kegiatan penyuluhan  yang melibatkan 35 peserta dari berbagai kelompok termasuk kader, ibu hamil, dan ibu balita. Materi disampaikan melalui ceramah, dibantu dengan distribusi leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta melalui monitoring perubahan perilaku. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 30% setelah mengikuti edukasi. Diagram perbandingan pre-test dan post-test menggambarkan peningkatan ini. Pendekatan edukasi berhasil membantu mereka memahami stunting dan praktik gizi. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar lancarnya kegiatan, tetapi juga peningkatan nyata dalam pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait stunting dan perawatan anak.

Stunting, sebuah permasalahan gizi global, memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan anak (Beal et al., 2018). Hal ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK), yang merupakan periode kritis dalam pembentukan struktur tubuh dan fungsi otak anak. Stunting ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia (indeks TB/U) < -2 SD, mengindikasikan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya (Anggraini & Romadona, 2020; Aryastami et al., 2017).

Dalam konteks lokal, permasalahan stunting juga menjadi fokus penting. Wilayah kerja Puskesmas Tugu, Kota Depok, menghadapi tantangan serupa. Dalam data terbaru, tercatat sebanyak 309 balita mengalami stunting di Kecamatan Cimanggis, dan 181 balita di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, intervensi menjadi suatu keharusan untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan (Novitasari & Wanda, 2020; Wulansari et al., 2021).

Tidak hanya itu, penelitian Indonesia Basic Health Survey juga menemukan bahwa pendidikan dan sosialisasi yang diberikan kepada ibu hamil dan ibu balita memberikan dampak positif dalam meningkatkan praktik gizi dan perawatan anak, yang pada akhirnya mengurangi risiko stunting (Titaley et al., 2019). Hasil serupa juga diungkapkan pada sebuah penelitan bahwa program edukasi tentang gizi dan perawatan anak pada masa HPK memiliki pengaruh positif terhadap kualitas pertumbuhan anak (Admasari et al., 2022).

Kebijakan pemerintah juga memberikan dasar kuat untuk upaya pencegahan stunting. Program pemberian makanan tambahan pada anak (PMTA) dan pemberian tablet tambah darah (TTD) diangkat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 88 Tahun 2014 sebagai salah satu langkah penting dalam mengatasi anemia dan kekurangan gizi pada anak. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi sarana implementasi kebijakan yang ada, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting (Kelompok Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat, 2023; Menteri Kesehatan, 2014).

Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah memperkuat dampak positif penelitian sebelumnya melalui pendekatan edukasi kepada ibu hamil, ibu balita, dan kader. Melalui pelatihan dan penyuluhan, kami ingin meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengatasi stunting, untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan. Dengan pendekatan ini, kami yakin pengabdian ini akan memberikan solusi konkret dalam pencegahan stunting dan juga berkontribusi dalam mengubah paradigma serta praktik gizi dan perawatan anak di wilayah Puskesmas Tugu, Kota Depok.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2023, dengan waktu pelaksanaan dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, di wilayah kerja Puskesmas Tugu, Kota Depok dengan fokus kepada 35 peserta, termasuk kader, posyandu, ibu hamil, dan ibu balita. Kegiatan pengabdian ini melibatkan kolaborasi antara Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Pengabdian ini mengusung beberapa jenis kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif para peserta, yakni ceramah materi terkait stunting, diskusi tanya jawab, serta pemberian leaflet berjudul “Waspada Stunting Dengan menjalankan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Selama Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak”.

  1. Identifikasi Peserta

Sebelum kegiatan dimulai, kami melakukan identifikasi peserta yang terdiri dari 35 orang dengan komposisi yang beragam, mencakup kader, ibu hamil, dan ibu balita. Peserta dipilih berdasarkan usia, posisi, dan pendidikan yang beragam, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan (Drake, 2014).

  1. Pelaksanaan Pre-test

Tahap awal kegiatan dimulai dengan pre-test. Pre-test dilakukan untuk mengukur pengetahuan dan sikap awal peserta terkait stunting dan pentingnya pola asuh yang benar bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, dilakukan pengumpulan data status gizi peserta melalui kuesioner sebagai dasar evaluasi status gizi awal (Penick et al., 2014).

Tabel 1. Profil Peserta,serta hasil pre-test, dan post-test

No Peserta Umur Posisi Pendidikan Hasil Pre-Test Hasil Post-Test  
1 Peserta 1 51 Kader SMA 85 90  
2 Peserta 2 48 Ibu Balita Sarjana 75 85  
3 Peserta 3 42 Kader SMA 55 65  
4 Peserta 4 40 Ibu Balita SMP 60 70  
5 Peserta 5 64 Kader SMP 50 55  
6 Peserta 6 43 Kader SMA 60 70  
7 Peserta 7 44 Ibu Balita SMA 70 80  
8 Peserta 8 46 Ibu Balita SMA 55 65  
9 Peserta 9 29 Kader Sarjana 90 95  
10 Peserta 10 39 Ibu Balita Sarjana 65 75  
11 Peserta 11 49 Kader SMA 75 80  
12 Peserta 12 42 Kader SMA 70 75  
13 Peserta 13 49 Kader Sarjana 70 80  
14 Peserta 14 49 Kader SMA 70 75  
15 Peserta 15 44 Ibu Balita SMP 55 65  
16 Peserta 16 35 Ibu Hamil Sarjana 50 70  
17 Peserta 17 33 Ibu Hamil SMA 60 80  
18 Peserta 18 37 Ibu Hamil Sarjana 65 85  
19 Peserta 19 35 Ibu Balita Sarjana 70 90  
20 Peserta 20 42 Ibu Hamil Sarjana 75 95  
21 Peserta 21 32 Ibu Balita SMA 80 100  
22 Peserta 22 48 Ibu Balita Sarjana 85 95  
23 Peserta 23 36 Kader SMA 60 70  
24 Peserta 24 39 Kader SMA 65 75  
25 Peserta 25 41 Kader SMP 70 80  
26 Peserta 26 38 Ibu Hamil Sarjana 60 75  
27 Peserta 27 33 Ibu Hamil SMA 70 85  
28 Peserta 28 30 Ibu Balita Sarjana 50 65  
29 Peserta 29 44 Ibu Hamil SMP 60 75  
30 Peserta 30 37 Kader SMA 70 85
31 Peserta 31 31 Ibu Hamil Sarjana 75 90
32 Peserta 32 45 Ibu Balita SMA 80 95
33 Peserta 33 47 Ibu Balita Sarjana 85 100
34 Peserta 34 43 Ibu Hamil SMA 90 95
35 Peserta 35 50 Kader SMP 55 60

 

  1. Penyampaian Materi dan Diskusi

Materi terkait stunting dan upaya pencegahannya disampaikan oleh dosen sebagai pemateri utama. Selama sesi ini, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan mendukung dengan mendistribusikan leaflet kepada peserta. Setelah penyampaian materi, dilakukan diskusi tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan memastikan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang telah disampaikan (Lim et al., 2017).

Gambar 1.

Pengabdian masyarakat dosen 1

Gambar 1. Penyampaian materi dan diskusi terkait stunting dan langkah pencegahannya

 

  1. Pelaksanaan Post-test

Setelah penyampaian materi dan diskusi, dilakukan post-test untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan sikap peserta telah berkembang setelah menerima edukasi. Post-test ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan.

Gambar 2.

Pengabdian masyarakat dosen 2

Gambar 2. Pelaksanaan Post-Test

 

  1. Monitoring dan evaluasi

Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan setelah seluruh kegiatan promosi gizi selesai. Tujuannya adalah memantau perubahan perilaku peserta dalam mengasuh anak, khususnya dalam aspek gizi dan pertumbuhan. Peran kader di setiap kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Tugu menjadi kunci dalam tahap ini, karena mereka akan memberikan laporan mengenai perubahan-perubahan yang terjadi.

 

  1. Kendala yang dihadapi dan solusi

Pada pelaksanaan kegiatan ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi, yaitu sebagai berikut:

  1. Tantangan Teknis dan Teknologi: Kendala pertama yang kami hadapi adalah terkait dengan koneksi internet yang diperlukan untuk mengakses pre tes dan post tes. Kami telah mengatasi hal ini dengan melakukan uji coba teknis sebelumnya dan memberikan panduan teknis kepada peserta sebelum sesi Selain itu, kami juga telah menyiapkan alternatif offline untuk mengatasi masalah konektivitas (Hodge et al., 2017).
  2. Penyesuaian terhadap Perbedaan Pemahaman: Kami memahami bahwa peserta memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda terhadap Untuk mengatasi ini, kami telah mengambil pendekatan yang inklusif dalam penyampaian materi. Kami memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan memberikan waktu tambahan untuk pertanyaan. Jika ada peserta yang kesulitan, kami juga siap memberikan bantuan tambahan secara individual (Morelli, 2015).
  3. Penyampaian Materi dalam Waktu Terbatas: Kami mengatasi tantangan waktu dengan cara memprioritaskan materi yang paling penting dan relevan. Meskipun sesi edukasi memiliki batasan waktu, kami juga telah menyediakan sumber daya tambahan seperti materi tertulis atau tautan online yang bisa diakses oleh peserta setelah sesi Hal ini memungkinkan peserta untuk lebih mendalami materi sesuai dengan kebutuhan dan waktu mereka sendiri (Hudson et al., 2018).

 

Dalam menghadapi permasalahan stunting pada balita di wilayah Puskesmas Tugu, Kota Depok, pendekatan edukasi dan pemberdayaan kader serta ibu hamil dan balita telah membawa hasil positif. Tujuan utama kami adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai stunting melalui program penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti edukasi, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 30%. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pendekatan edukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai stunting dan pentingnya praktik gizi yang benar.

Dalam menghadapi permasalahan stunting pada balita di wilayah Puskesmas Tugu, Kota Depok, kami merekomendasikan tindakan lanjutan sebagai berikut: (1) Pelatihan Kader dalam Keterampilan Softskill: Melakukan pelatihan intensif bagi kader tentang komunikasi efektif, konseling, dan pemberian informasi persuasif. Kader dengan keterampilan softskill yang kuat akan lebih mampu membimbing dan membantu masyarakat mengadopsi perubahan perilaku yang positif; (2) Evaluasi Rutin dan Peningkatan Program: Melakukan evaluasi berkala terhadap program edukasi, melibatkan peserta, kader, dan pihak terkait. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian program agar tetap relevan dan efektif; (3) Studi Lanjutan dan Penelitian Mendalam: Merencanakan penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor- faktor pemicu stunting di wilayah tersebut, termasuk aspek budaya, sosial ekonomi, dan lingkungan. Hasil penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif dan solusi yang lebih akurat; dan (4) Pengembangan Program Kemitraan Lintas Sektor: Membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan lembaga pemerintah terkait untuk meningkatkan jangkauan dan dampak program pencegahan stunting.

UCAPAN TERIMA KASIH

Tim pengabdian masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Posyandu Rajawali 1 dan Rajawali 2 di wilayah Puskesmas Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta yang telah memberikan pendanaan untuk kegiatan pengabdian ini, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

DAFTAR RUJUKAN

Admasari, Y., Tempali, S. R., & Kaparang, M. J. (2022). The Use of WhatsApp Groups as A Means of Health Education for Young Women About the First Thousand Days of Life (1000 HPK). Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(4). 1165-1172 https://doi.org/10.30604/jika.v7i4.1328

Anggraini, Y., & Romadona, N. F. (2020). Review of Stunting in Indonesia. Proceedings of the International Conference on Early Childhood Education and Parenting 2019 (ECEP 2019). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200808.055

Aryastami, N. K., Shankar, A., Kusumawardani, N., Besral, B.,  Jahari,  A.  B.,  & Achadi, E. (2017). Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutrition, 3(1), 16. https://doi.org/10.1186/s40795-017-0130-x

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of  child  stunting  determinants  in  <scp>Indonesia</scp>.  Maternal  &  Child Nutrition, 14(4), e12617. https://doi.org/10.1111/mcn.12617

Chen, C.-J., Chen, Y.-C., Lee, M.-Y., Wang, C.-H., & Sung, H.-C. (2021). Effects of three-dimensional holograms on the academic performance of nursing students in a health assessment and practice course: A pretest-intervention-posttest study. Nurse Education Today, volume 106, November 2021, 105081. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2021.105081

Drake, G. (2014). The ethical and methodological challenges of social work research with participants who fear retribution: To ‘do no harm.’ Qualitative Social Work, 13(2), 304–319. https://doi.org/10.1177/1473325012473499

Hodge, H., Carson, D., Carson, D., Newman, L., & Garrett, J. (2017). Using Internet technologies in rural communities to access services: The views of older people and service providers. Journal of Rural Studies, Volume 54, August 2017, Pages 469–478. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2016.06.016

Hudson, A., Ellis-Cohen, E., Davies, S., Horn, D., Dale, A., Malyon, L., Edwards, R., Harnischfeger, J., Radel, G., Bundy, R., & Jauncey-Cooke, J. (2018). The value of a learning needs analysis to establish educational priorities in a new clinical workforce. Nurse Education in Practice, Volume 29, March 2018, Pages 82–88. https://doi.org/10.1016/j.nepr.2017.11.016

Kelompok Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat. (2023). Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lim, Y., Maccio, E. M., Bickham, T., & Dabney, W. F. (2017). Research-based service- learning: outcomes of a social policy course. Social Work Education, 36(7), 809– 822. https://doi.org/10.1080/02615479.2017.1350639

Menteri Kesehatan. (2014). Standar Tablet Tambah Darah Bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil. Peraturan Kementerian Kesehatan.

Morelli, N. (2015). Challenges in Designing and Scaling up Community Services. The Design   Journal,                                                     18(2),                                           269–290. https://doi.org/10.2752/175630615X14212498964394

Novitasari, P. D., & Wanda, D. (2020). Maternal Feeding Practice and Its Relationship with Stunting in Children. Pediatric Reports, 12(11), 8698. https://doi.org/10.4081/pr.2020.8698

Penick, J. M., Fallshore, M., & Spencer, A. M. (2014). Using Intergenerational Service Learning to Promote Positive Perceptions about Older Adults and Community Service in College Students. Journal of Intergenerational Relationships, 12(1), 25–39. https://doi.org/10.1080/15350770.2014.870456

Titaley, C. R., Ariawan, I., Hapsari, D., Muasyaroh, A., & Dibley, M. J. (2019). Determinants of the Stunting of Children Under Two Years Old in Indonesia: A Multilevel Analysis of the 2013 Indonesia Basic Health Survey. Nutrients, 11(5), 1106. https://doi.org/10.3390/nu11051106

Wulansari, A., Novita, A., & Herjanti. (2021). Determinan Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Puskesmas Bojongsari Kota Depok. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 1(2), 77–86. https://doi.org/10.53801/sjki.v1i2.22

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *