Indonesiadaily.net – Seruan “Kami Muak” dalam beberapa hari ini ramai dibicarakan netizen Indonesia hingga menjadi trending topik. Bahkan ada ajakan mengenakan gelang atau pita putih bertuliskan #KAMIMUAK pada tanggal 10 Desember sebagai bentuk ketidakadilan dalam Pemilu 2024.
Menurut pakar komunikasi politik Hendri Satrio, hal itu jelas menunjukkan kegelisahan mayoritas masyarakat atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan privilege bagi anak presiden Jokowi Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Selain itu juga kemunculan baliho Kaesang yang merupakan anak bungsu presiden Jokowi yang langsung menjadi ketua umum PSI meski baru dua hari bergabung ke partai tersebut.
Pri yang akrab disapa Hensat ini pun turut mengunggah tagar #KamiMuak dalam postingan di akun X pribadinya @satriohendri dengan meng-quote berita terkait orasi ketua BEM UI yang mengatakan generasinya membutuhkan pemimpin muda yang menghargai Konstitusi, Peradilan dan Negara Hukum.
“Ini bukti masyarakat mengalami keresahan atas situasi sekarang. Nepotisme tidak malu-malu lagi dipertontonkan dan bahkan undang-undang berani diubah demi kepentingan keluarga,” kata Hensat seperti dikutip dari Indopos.
“Saya juga melihat kegelisahan melingkup masyarakat dan ini silent majority yang tidak rela melihat awan gelap menyelimut demokrasi yang merupakan buah reformasi 1998. Ini sesuatu yang tidak baik-baik saja,” paparnya.
“Dan menurut saya tagar Kami Muak adalah untuk mengajak elemen masyarakat memperbaiki negeri yang saat ini perlu diperbaiki. Masyarakat sudah merasa sudah waktunya perubahan dilakukan untuk membuat Indonesia lebih baik,” pungkasnya.(*/Gibran)
Editor : Nur Komalasari






