Indonesiadaily.net – Molen–Zaki nomor urut 2. Angka yang mereka dapat dari pengundian Pilkada Ulang 2025 Kota Pangkalpinang ini bukan hanya soal urutan di surat suara.
Bagi Maulan Aklil, angka itu punya makna spiritual. Punya rasa. Punya pesan.
“Dalam Islam, angka dua itu melambangkan pasangan, keseimbangan, harmoni. Juga ujian dan pilihan. Jadi kami merasa ini bukan kebetulan. Ini pertanda alam merestui kami untuk melanjutkan kepemimpinan di Pangkalpinang dua periode,” kata Molen kepada Indonesiadaily.net usai acara pengundian di Hotel Aston Emidary, Rabu malam (23/7/2025).
Ruang konferensi malam itu penuh sesak. Yel-yel pendukung empat paslon menggema silih berganti. Tapi suara Molen tetap tenang—menyisipkan makna di tengah riuh.
Bagi pasangan petahana ini, angka 2 bukan cuma strategi kampanye, tapi simbol yang dalam. Molen memaparkan:
“Dalam Islam, angka 2 (dua) melambangkan konsep berpasangan, harmoni, dan keseimbangan. Angka ini juga terkait dengan dualitas, seperti baik dan buruk, dunia dan akhirat, serta berbagai aspek kehidupan yang saling melengkapi.”
Ia lalu menjelaskan beberapa makna angka dua yang menurutnya sangat relevan dengan visi kepemimpinan mereka.
Keseimbangan dan Harmoni: Alam semesta diciptakan berpasangan—siang dan malam, lelaki dan perempuan, langit dan bumi.
- Dualitas: Kehidupan selalu tentang memilih. Baik atau buruk. Pahala atau dosa. Dunia atau akhirat.
- Dua Kalimat Syahadat: Fondasi Islam. Esensi dari iman.
- Al-Qur’an dan Hadis: Dua sumber utama pedoman hidup seorang muslim.
- Raqib dan Atid: Dua malaikat pencatat amal baik dan buruk.
- Munkar dan Nakir: Dua malaikat yang menguji manusia di alam kubur.
“Kami ingin membawa Pangkalpinang menjadi kota yang seimbang: antara pembangunan fisik dan rohani, antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial,” tambahnya.
Kini, panggung demokrasi terbuka lebar. Empat nomor. Empat arah. Tapi bagi Molen–Zaki, nomor 2 adalah jalan pulang—menuju periode kedua. Dengan restu rakyat. Dan, juga restu alam.***
(Gibran)






