Bentrokan Warnai Penurunan Alat Berat di Desa Sukajaya, Belasan Warga Dilaporkan Terluka

 

Indonesiadaily.net– Situasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, kembali memanas setelah PT PMC melanjutkan penurunan alat berat ke wilayah yang menjadi lokasi sengketa pada Kamis (6/8/2026). Menurut keterangan warga dan tim pendamping, penurunan alat berat tersebut telah berlangsung sejak Senin (3/8/2026).

Bacaan Lainnya

Warga dan pendamping juga menyampaikan dugaan bahwa pada peristiwa sebelumnya PT PMC membayar lebih dari 200 orang untuk melakukan demonstrasi di Desa Sukajaya. Selain itu, mereka mengklaim bahwa pada hari ini perusahaan mengerahkan lebih dari 400 orang yang mereka sebut sebagai preman untuk mengawal aktivitas alat berat. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi kepada pihak PT PMC.

Peristiwa bermula sekitar pukul 07.00 WIB ketika para petani penggarap menjalankan aktivitas pertanian seperti biasa. Sekitar pukul 08.00 WIB, alat berat dilaporkan memasuki kawasan pertanian dari arah bawah desa, diikuti oleh rombongan pengawalnya.

Menurut keterangan warga, alat berat menerobos lahan garapan milik sejumlah petani, di antaranya Bu Nengsih, Bu Ami, Bu Nati, Pak Ridho, Pak Rudi, dan Pak Isak. Akibatnya, tanaman yang sedang dalammasa tanam hingga menjelang panen mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian bagi para petani.

Sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 WIB, warga Sukajaya bersama tim pendamping mulai berdatangan untuk menghadang laju alat berat yang terus bergerak ke arah atas. Dalam situasi tersebut, sejumlah warga mengaku mengalami tekanan dan ketakutan akibat pengrusakan lahan serta kehadiran massa pengawal alat berat.

Memasuki pukul 10.00 WIB, jumlah massa yang mengawal alat berat semakin bertambah. Dua unit alat berat dilaporkan telah mencapai lahan milik Pak Anung. Warga menyebut sedikitnya terdapat empat titik kedatangan rombongan tersebut. Mereka meyakini orang-orang tersebut merupakan preman yang dikerahkan oleh PT PMC. Informasi yang diterima warga juga menyebutkan masih akan ada  tambahan massa yang memasuki wilayah Sukajaya, meskipun informasi tersebut belum dapat diverifikasi.

Situasi mulai memanas sekitar pukul 10.20 WIB. Adu argumentasi antara warga dan massa pengawal alat berat terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Ketegangan kemudian meningkat dan sekitar pukul 11.00 WIB bentrokan fisik tidak dapat dihindarkan.

Warga mengaku menemukan sebagian dari massa tersebut membawa senjata tajam dan senjata tumpul yang disembunyikan di balik daun pisang. Klaim ini juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Pada saat yang sama, aparat pemerintah dan aparat keamanan mulai berdatangan ke lokasi. Menurut keterangan warga dan pendamping, aparat dinilai belum mampu menghentikan bentrokan. Mereka juga menuding salah seorang aparat melakukan tindakan kekerasan terhadap warga.

Tuduhan tersebut memerlukan klarifikasi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait.
Sekitar pukul 11.30 WIB, sedikitnya 16 warga dilaporkan mengalami luka akibat pemukulan dan dugaan pengeroyokan menggunakan senjata tumpul maupun senjata tajam. Dua orang dilarikan ke rumah sakit, salah satunya mengalami luka di bagian wajah yang diduga akibat senjata tajam.

Warga menyatakan bahwa korban kekerasan berasal dari berbagai kelompok, termasuk ibu-ibu, mahasiswa, bapak-bapak, hingga warga lanjut usia.

Pada pukul 12.15 WIB, situasi mulai berangsur kondusif. Warga yang mengalami luka dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Namun demikian, menurut warga, massa pengawal alat berat masih berada di lahan dan rumah milik beberapa warga.

Sekitar pukul 13.00 WIB, warga mengklaim terdapat tindakan penyanderaan terhadap sejumlah warga oleh massa tersebut sehingga proses evakuasi dilakukan ke lokasi yang lebih aman di bagian atas desa. Rumah dan lahan yang disebut masih diduduki berada di atas tanah milik Pak Acang, Pak Agus, dan Pak Ridho. Klaim mengenai penyanderaan ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Pada pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian mengundang perwakilan warga, tim pendamping, dan pihak PT PMC untuk melakukan mediasi di Aula Kecamatan Tamansari. Namun, menurut warga, pada saat mediasi berlangsung aktivitas alat berat dan penggusuran di lapangan masih terus berjalan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari PT PMC maupun pihak kepolisian terkait kronologi, tuduhan pengerahan massadugaan penggunaan senjata, serta laporan korban dalam peristiwa tersebut.

Penulis : Gibran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *