Bergabungnya PAN dan Golkar di Prabowo:  Koalisi Solid Vs Koalisi Rapuh

politik

Oleh : Teddy Wibisana DPN Almisbat

Kordinator Deklarasi Nasional Relawan Pendukung Ganjar Pranowo

Bacaan Lainnya

 

Indonesiadaily.net – Merapatnya Golkar dan PAN ke Prabowo, menambah jumlah partai yang mendukung Prabowo dari 2 partai (Gerindra dan PKB) menjadi 4 partai. Bagi kami di Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat) merapatnya 2 partai tersebut bukanlah sebuah ancaman bagi kemenangan Ganjar Pranowo.

Dengan masuknya Partai Golkar dan PAN ke Prabowo, justru akan menambah kepusingan Prabowo sendiri, karena sebelumnya hanya Muhaimin yang “menuntut” menjadi cawapres, sekarang bertambah lagi tuntutan itu dari Airlangga (Golkar) dan  Eric Thohir yang disampaikan melalui PAN. Kami yakin koalisi itu rapuh, karena dibangun diatas kepentingan jangka pendek. Dan yang pasti tidak mudah menjembatani kepentingan-para pihak yang ada di koalisi tersebut

Almisbat yakin, dalam kontenstasi Pilpres, aktor utama dan penggerak dukungan ke pemilih selain partai adalah capres/cawapres dan relawannya. Kemenangan akan mudah jika terjadi sinergi antara 3 kompinen tersebut. Bagaimana sinergi bisa terjadi jika salah satu komponen itu rapuh ?

Koalisi Partai pendukung Ganjar dan relawan pendukungnya sangat solid. Relawan Ganjar sudah bergerak dan saling berbagi informasi dengan Parpol pendukung. Ada 360 organ relawan yang sudah deklarasi bersama dan bekerja di lapangan, yang siap mengantar Ganjar menjadi Presiden RI. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *