Mengurangi Limbah Organik, Dosen PNJ Memberikan Pelatihan Pengolahan Limbah Menjadi Briket dan Eco Enzyme pada Warga Rumpin, Bogor

PNJ dan limbah di bogor
Tim dosen jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Energi Terbarukan dari Limbah Organik Menjadi Briket dan Eco Enzyme untuk Memperbaiki Pengelolaan Limbah Organik dan Meningkatkan Kemandirian desa Kampung Sawah, Rumpin.

Indonesiadaily.net – Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementrian Lingkungan Hidup dan Hutan yang diakses pada tanggal 28 Juli 2023, data capaian timbulan sampah pada tahun 2022 pada 279 kabupaten/kota se-Indonesia mencapai 33,1 ton/tahun dengan 36,3% sumber sampah adalah rumah tangga, 40,7% berupa sisa makanan dan 13,4% kayu/ranting/daun. Melihat banyaknya jumlah sampah yang ditanggung Indonesia setiap tahunnya, tentunya diharapkan peran serta setiap orang untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah.

Permasalahan penanganan sampah tersebut juga menjadi salah satu perhatian dosen jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta. Salah satu upaya untuk ikut serta berkontribusi pada proses pengurangan dan penanganan sampah, tim dosen melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Energi Terbarukan dari Limbah Organik Menjadi Briket dan Eco Enzyme untuk Memperbaiki Pengelolaan Limbah Organik dan Meningkatkan Kemandirian desa Kampung Sawah, Rumpin. Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Tatun Hayatun Nufus dan dilaksanakan pada 25 Juli 2023. Kampung Sawah, Rumpin sendiri merupakan salah satu basis penghasil limbah organik yang berasal dari pertanian, perkebunan dan peternakan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan PKM diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Eng. Muslimin. Selanjutnya, kegiatan PKM dilanjutkan dengan kegiatan pembekalan, penyerahan alat, dan praktek pembuatan briket dan eco enzyme. Kegiatan pembekalan terkait cara memilih dan memilah bahan baku yang berkualitas serta teknik pembuatan briket sedangkan eco enzyme yang benar diberikan oleh Prof. Dr. Agus Edy Pramono.

Pada kegiatan PKM kali ini, masyarakat Kampung Sawah, Rumpin diberikan kesempatan mempraktikkan pembuatan briket dari sampah kayu/ranting/daun dan eco enzyme dari sampah buah-buahan didampingi oleh dosen jurusan Teknik mesin Politeknik Negeri Jakarta. Para ibu mempraktikkan pembiatan eco enzim dan bapak-bapak mempraktekkan membuat briket.

Selain kegiatan pembekalan dan praktek, kegiatan PKM ini juga akan memberikan program pendampingan, evaluasi, dan monitoring secara berkala terhadap program pengabdian masyarakat ini dilakukan agar kegiatan ini benar-benar dilaksanakan dan bermanfaat bagi warga setempat.

Pengolahan limbah organik menjadi briket dan eco enzyme tentunya memiliki banyak manfaat. Briket dapat digunakan sebagai pengganti kayu bakar dan gas elpiji dalam kegiatan memasak, sedangkan eco enzim digunakan sebagai pengganti bahan pembersih kimia dan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah. Setelah kegiatan PKM ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kampung Sawah, Rumpin tentang pengelolaan limbah organik dan pemanfaatan energi terbarukan, serta mampu memproduksi briket dan eco enzim secara mandiri dan menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari serta. Harapan kedepannya tentunya masyarakat Kampung Sawah, Rumpin dapat memanfaatkan produksi briket dan eco enzyme ini sebagai usaha desa dan memberikan dampak pada perekonomian masyarakat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *