UP Edukasi Remaja Pentingnya Asupan Gizi untuk Mengatasi Permasalahan Stunting

Pengmas edukasi 1
Suasana Edukasi Remaja Pentingnya Asupan Gizi untuk Mengatasi Permasalahan Stunting di SMA N 1 Purwakarta

Indonesiadaily.net – Saat ini, stunting menjadi permasalahan kesehatan nasional. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis dimulai dari dalam masa kandungan hingga seribu hari pertama kehidupan anak. Stunting dikaitkan dengan penyebab perkembangan otak yang tidak optimal serta menjadi faktor risiko berbagai penyakit infeksi maupun penyakit tidak menular terkait dengan imunitas yang rendah. Asian Food and Nutrition Report 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 28%. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pencegahan stunting untuk menurunkan angak kejadian stunting di Indonesia.

Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun harus dilakukan secara bersama, termasuk remaja. Menurut data Kementrian Kesehatan, Indonesia adalah negara dengan kasus stunting tertinggi dibandingkan negara Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Bacaan Lainnya

Pengmas edukasi 2

Dalam rangka ikut serta mensukseskan program pemerintah dalam mencegah dan mengurangi angka kejadian stunting di Indonesia, maka Fakultas Farmasi Universitas Pancasila menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan judul “Edukasi Remaja Pentingnya Asupan Gizi untuk Mengatasi Permasalahan Stunting”. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada Remaja di SMA N 1, Purwakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan “Matching Fund (MF) 2022” yang berjudul “Produk Halal Bioteknologi Coloscasia Esculenta sebagai Nutraseutikal untuk Mengatasi Stunting dan Obat Tradisional Oesteoarthritis dalam Mendukung Kemandirian Kesehatan”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dosen Tim MF, pelaksanaan kegiatan ini diwakilkan oleh Yati sumiyati, Gumilar Adhi Nugroho, dan Fauzia Noprima Okta, dengan dibantu Tenaga kependidikan Rofiqoh Hadiyati dan beberapa mahasiswa Fakultas Farmasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 26 Oktober 2022.

Edukasi kepada remaja terkait apa itu stunting, faktor penyebab stunting, dan cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting sangat penting untuk dilakukan, terutama kepada remaja putri. Remaja putri merupakan calon ibu yang akan mengalami masa kehamilan dan menjadi Ibu. Oleh sebab itu Kesehatan dan asupan gizi yang cukup pada masa remaja menjadi faktor yang sangat penting jika melihat beberapa faktor risiko penyebab stunting, seperti anemia pada remaja dan status gizi calon ibu. Faktor tersebut meningkatkan risiko melahirkan anak stunting. Selain faktor risiko yang berhubungan langsung dengan kesehatan remaja, pentingnya pengetahuan terkait faktor risiko lainnya seperti, pemberian ASI ekslusif, MPASI, dan pemenuhan gizi yang cukup bagi anak pada seribu hari pertama kehidupan serta usia ideal bagi remaja untuk menikah dan memiliki anak juga merupakan faktor penting untuk menilai kesiapan calon Ibu baik secar fisik maupun mental.

Kegiatan edukasi ini disambut baik oleh kepala sekolah SMA N 1 Purwakarta, Ibu Dra. Hj Titin Kuraesin, M.Pd. Sebelum dimulai kegiatan edukasi, penyampaian kata sambutan dari kepala sekolah SMA N 1 Purwakarta dan Dosen Ketua Pelaksanaan Kegiatan, yaitu Dr. apt. Yati Sumiati, M.Kes.

Pengmas edukasi 3

Edukasi diberikan dalam bentuk pemarapan materi yang disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila yaitu Arfin dan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila yaitu, apt. Fauzia Noprima Okta, M.S.Farm dan apt. Gumilar Adhi Nugroho, M.Si sebagai perwakilan dari tim penyuluh MF 2022. Seorang anak dikategorikan stunting jika mengalami keterlambatan pertumbuhan, seperti tinggi badan yang lebih rendah jika dibandingkan anak seusianya dan keterlambatan dalam berpikir (kognitif). Namun, tidak semua anak yang memiliki postur tubuh rendah merupakan stunting. Anak yang mengalami stunting akan mengalami keterlambatan dalam berpikir (kognitif) karena perkembangan otak pada anak stunting tidak optimal.

Tim penyuluh memberikan pemaparan materi dengan jelas dan menarik sehingga para siswa aktif dalam menyimak dan memberikan pertanyaan.  “vitamin apa saja yang harus dikonsumsi untuk mencegah stunting? dan apa dampak jangka panjang dari stunting” ungkap salah satu peserta yang bertanya kepada pemateri.

Tablet Tambah Darah (TDT), asam folat, dan vitamin C penting dikonsumsi oleh remaja sebagai salah satu upaya pencegahan stunting bagi calon Ibu, selain harus memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan pola makan teratur. Pemberian Asi yang cukup kepada anak juga merupakan salah satu cara untuk mencegah stunting. Dengan memberikan ASI maka gizi anak akan terpenuhi.  (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *