Penulis : Umi Fadhilah
Guru Bahasa Inggris SMKN 2 Depok
Korea Selatan, adalah sebuah negara kawasan Asia Timur yang termasuk dalam kategori negara maju. Tidak hanya sekedar tentang dunia K-Pop saja, tetapi Korea Selatan juga memiliki dunia pendidikan yang berkembang dengan pesat.
Sangat menarik untuk menjelajahi perkembangan dari negara yang merdeka pada 15 Agustus 1948 tersebut.
Berkat adanya kerjasama antara Pemerintah Provinsi Gangwon dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), akhirnya saya bisa melihat dunia pendidikan di provinsi yang memiliki luas 16.894 km tersebut.
Mulai dari 15 – 22 Oktober 2022, saya mengikuti program Korean e-Learning Improvement Coorporation di Provinsin Gangwon. Kunjungan pun dilakukan dari jenjang pendidikan SD, SMP, sampai SMA di Provinsi yang memiliki jumlah penduduk mencapai 1.592.000 jiwa tersebut.
Di SD Pyeongwon yang menjadi lokasi pertama, saya dan peserta lainnya yang berjumlah 18 orang dari program tersebut, melihat bagaimana teknologi menjadi pembelajaran untuk siswa jenjang SD. Peserta diajak untuk belajar pemanfaatan Articial Inteligent (AI) dibidang seni, musik, sains, dan sosial.
Setelah itu, kunjungan dilakukan ke Artificial Inteligent di Institut Sains dan Informasi Pendidikan Provinsi Gangwon.
Di lokasi tersebut, saya mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana teknologi bisa diterapkan untuk sebuah bentuk permainan. Seperti, jenis robotic yang ada di dalamnya berupa humanoid, robot monter, hewan, dan robot lainnya.
Ada juga beberapa permainan yang digunakan untuk alat peraga pembelajaran matematika, fisika dengan menggunakan teknologi AI dan lego. Lalu, mempelajari teknologi optic cahaya 3D. Ini bisa jadi solusi untuk guru dalam pembelajaran yang baik, sehingga bisa menjadi sahabat bagi siswa dengan pendekatan yang humanis sampai nantinya siswa jadi tidak malu untuk mengungkapkan ekspresi belajar di kelas.
Lanjut ke lokasi ketiga, ada pameran seni bangunan dan benda besejarah ada di Musium Seni SAN yang ada di Provinsi Gangwon. Di musium ini saya diajak untuk melihat masa lalu dari Korea Selatan di zaman dahulu. Dimana isinya ada beberapa benda besejarah/artefak, lalu ada juga benda seni unik dan seni rupa yang tersebar di berbagai area lokasi musium.
Di hari lainnya, ada lagi kunjungan ke Chuncheon Machinery Technical Hihgh School melihat tentang bagaimana wisata alam untuk pelestarian dan pengendalian landscape yang berada wilayah tersebut. Ini juga tentang pembelajaran vokasi, yakni sekolah kejujuran di Chuncheon Machinery Technical Hihgh School.
Tempat berikutnya yang paling mengejutkan bisa jadi inspiratif, yakni Intitute Career Gangwon. Di tempat ini, siswa di didik sesuai dengan minat dan bakatnya. Ada beberapa kelas di dalamnya, yakni adverising, animation, fashion, broadcast, carpentry, jinro physical education, jinro art, jinro music, travel, airline, total beauty, general medical care, forensic investigation, contruction, robotics, sangsang startup, makerspace, future agriculture, climate change big data, cooking class, dance club, dan smart city.
Sementara itu, ada juga kunjungan ke Insadong dan Gyeoungbokgung Palace untuk memahami kultur budaya Korea Selatan, dan menyambangi juga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, Korea Selatan.
Ada beberapa hal yang bisa diserap selama delapan hari di Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Salah satunya adalah bagaimana mengkolaborasikan teknologi dengan pembelajaran di sekolah. Mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA. Tetapi, tentunya hal tersebut harus ditopang juga dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Bahkan, lingkungan yang tepat juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di kalangan siswa. Karena, sejatinya belajar itu tidak hanya saat berada di sekolah saja, tetapi belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja. (*)






