Kapolri Tawarkan Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Masuk Kepolisian

Indonesiadaily.net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit menawarkan posisi di kepolisian kepada anak korban tragedi Kanjuruhan. Hal ini dikatakannya saat melakukan takziah ke keluarga korban bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menpora Zainuddin Amali, serta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Namun niat baik, Kapolri justeru mendapat tanggapan sinis dari publik.

“Kalau kamu masuk polisi mau nggak?” tanya Sigit kepada anak dari korban tragedi Kanjuruhan, yang kemudian berjanji akan mengusut tuntas insiden maut tersebut.

Bacaan Lainnya

Topik inilah yang mendapat banyak cercaan publik. Pasalnya sampai saat ini masyarakat masih cenderung menyalahkan polisi yang dianggap kurang tepat dalam menerapkan SOP pengamanan pertandingan.

Banyak spekulasi berkembang mengenai penyebab banyaknya suporter Arema FC yang meninggal, meski sebagian besar publik sepakat menyalahkan pemakaian gas air mata oleh aparat polisi untuk mengamankan pertandingan.

Padahal, sebagai informasi, induk organisasi sepak bola internasional FIFA telah melarang pemakaian senjata api dan gas pengendali massa di pertandingan

Karena itulah, tak heran bila gagasan Kapolri menawarkan posisi di kepolisian kepada anak korban tragedi Kanjuruhan mendapat banyak kritikan publik.

Sekalipun kerusuhan itu sendiri bermula dari pendukung Arema FC yang tidak terima klub sepak bola kesayangannya kalah di kandang sendiri, sehingga turun ke lapangan pasca pertandingan.

“Anggotanya coba di didik yang bener dulu sih, baru nawarin anak orang,” kata warganet.

“Ini kita udah sampe puncak komedi apa masih belom ni? GG amat,” sindir warganet lain.

“Dikira kalo udah masuk polisi terus kelar gitu masalah ? Trus ga perlu korek-korek lagi siapa yang salah ditragedi kemarin ? Dih. Kebanyakan overproud sama profesi ya gitu. Mending clearkan masalah kemaren dulu, cari dalangnya, tanggung jawab dll,” tulis warganet.

“Sebelum memberi penawaran tersebut, ada baiknya dilakukan pembenahan instansi disana-sini. Pulihkan kepercayaan kami, pak. Kasus demi kasus pelanggaran hukum berat justru ada di instansi ini,” imbuh warganet lain.

Sebelumnya diberitakan pada Sabtu (1/10/2022) malam ratusan suporter meninggal dunia usai laga  pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Umumnya korban terkena semprotan gas air mata hingga tak sadarkan diri dan terinjak-injak. (*)

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *