Indonesiadaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan bahwa keberadaan koperasi saat ini masih sangat relevan dengan perkembangan zaman khususnya bagi anak-anak muda, Gen Z dan milenial.
Ferry mencontohkan ada beberapa klaster koperasi yang diprakarsai oleh para mahasiswa, anak muda bahkan gen Z seperti koperasi Konten Kreator, koperasi petani milenial hingga koperasi animator. Ia menilai antusiasme anak-anak muda terhadap koperasi ini menandakan bahwa literasi mereka semakin membaik.
“Saat ini kami menerima pendaftaran koperasi mulai dari koperasi konten kreator, animator dan lainnya, bahkan kalau di kampus HKBP Nommensen ini ada koperasi mahasiswa kami siap mendampingi agar tumbuh lebih besar,” kata Menkop Ferry Juliantono dalam Kuliah Umum bertema “Membangun Koperasi Sebagai Pilar kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mewujudkan Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945” di kampus HKBP Nommensen Medan, Rabu (29/7).
Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus dan Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Ketua Yayasan Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen Effendi Muara Sakti Simbolon, Sekretaris Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Pdt. Enig Sonatha Aritonang, Rektor HKBP Nommensen Richard A. M. Napitupulu.
Ia menegaskan bahwa Kemenkop siap melakukan pendampingan dan pembinaan hingga fasilitasi bagi koperasi-koperasi eksisting terutama koperasi anak-anak muda dan juga Koperasi Kelurahan Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah ditetapkan sebagai program strategis pemerintah.
Terkait dengan program KDKMP, Ferry juga menyatakan bahwa koperasi ini juga dapat dijadikan alternatif bagi para mahasiswa atau anak-anak muda sebagai tempat pengembangan diri dan berkarya. Dengan ketersediaan tujuh gerai utama yang akan dikelola KDKMP, akan membuka ruang yang lebih lebar bari anak-anak muda untuk terlibat langsung dalam pengelolaannya.
“Adik-adik lulusan kampus Nommensen ini dapat menjadikan koperasi atau KDKMP sebagai tempat belajar atau wadah mengaktualisasikan dan mengembangkan diri,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan operasionalisasi KDKMP memerlukan proses yang terus-menerus harus disempurnakan karena pendekatannya harus kualitatif dan harus sesuai juga dengan potensi dan kebutuhan yang ada khususnya di Provinsi Sumatra Utara.
“Karena itu tentu masukkan dan kontribusi dari Universitas HKBP Nommensen bisa untuk mendampingi operasionalisasi KDKMP di Sumatra Utara,” ucapnya.
Ferry juga mengapresiasi Universitas HKBP Nommensen yang telah menyatakan komitmennya untuk mendukung kesuksesan program strategis pemerintah yaitu KDKMP. Semakin banyaknya dukungan dari berbagai pihak khususnya dari kalangan akademisi, KDKMP akan menjadi simpul baru bagi upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di desa/kelurahan.
Menutup diskusi tersebut, Ferry kembali menegaskan bahwa misi besar Presiden Prabowo Subianto dengan adanya program KDKMP adalah keinginannya mengubah arah ekonomi menuju ekonomi sesuai konstitusi.
“Presiden ingin menetapkan garis ekonomi kita sesuai konstitusi. Koperasi harus kembali menjadi pilar utama pembangunan ekonomi nasional,” ulasnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen Effendi Muara Sakti Simbolon menegaskan bahwa seluruh civitas akademika di lingkungan kampus siap mendukung pemerintah untuk upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk di dalamnya melalui program KDKMP. Ia menilai gagasan besar Presiden Prabowo tersebut sangat relevan dengan amanat konstitusi.
“Kami siap untuk ikut menjadi mitra dan menjadi garda terdepan pemerintah dalam era koperasi ini. Kami bersemangat membumikan koperasi untuk kembali menjadi Soko Guru perekonomian kita,” kata Effendi.
Effendi juga menyampaikan keluarga besar Universitas HKBP Nommensen puas atas jawaban yang disampaikan oleh Bapak Menkop dalam sesi diskusi bersama para mahasiswa.
“Melalui program dari Presiden Prabowo ini (KDKMP) akan menjadi andalan bagi pemerintah,” ucapnya.(*)






