Sayang Warga dan Program Ini Antar Jemur Wonosari Masuk Tiga Besar Lomba Desa se-Jatim

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan sambutan dalam penilaian kunjungan lapangan Lomba Desa dan Kelurahan serta Pelaksanaan Terbaik 10 Program Pokok PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, Kamis, 13 Juni 2024. Foto : Istimewa

Indonesiadaily.net, Surabaya – Kelurahan Jemur Wonosari membawa harum Kota Surabaya dalam Lomba Desa dan Kelurahan serta Pelaksanaan Terbaik 10 Program Pokok PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2024.

Melalui aplikasi Sayang Warga dan beberapa program unggulan antar salah satu kelurahan Kecamatan Wonocolo ini masuk tiga besar di ajang tingkat provinsi tersebut.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan keberhasilan ini berkat kerja keras serta kolaborasi antara Kader Surabaya Hebat dan  Tim Penggerak PKK (TP PKK) dengan Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Bisa masuk tiga besar karena kami bisa mengetahui data jumlah warga dalam satu RT,  kemudian siapa saja warga miskin, pramiskin, dan sejahtera, Itu lurah, camat dan KSH pasti bisa menjawab karena berdasarkan data dari aplikasi Sayang Warga,” kata Eri Cahyadi dalam sambutannya pada penilaian kunjungan lapangan di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, Kamis, 13 Juni 2024.

Ada 3 bidang yang menjadi penilaian dalam lomba tersebut, yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengungkapkan di Kelurahan Jemur Wonosari ada beberapa program unggulan yang telah dijalankan, seperti Gerakan keluarga Indonesia untuk meningkatan kualitas pengelolaan ekonomi (Gelari Pelangi).

“Yakni mendukung perekonomian berupa Koperasi, Toko PKK, serta Kampung Mandiri,” kata Rini.

Selain itu, Bunda Rini, sapaannya, ada beberapa program unggulan lainnya, di antaranya Gerakan amalkan dan kukuhkan, halaman asri, teratur, indah, dan nyaman (AKU HATINYA PKK), yakni berupa kebun serpis, pisang cavendish dan pengelolaan sampah (bank sampah).

“Dan program yang terakhir adalah Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana dengan adanya Kader Madagaskar,” jelas Bunda Rini.

Ke depannya, Bunda Rini berencana membuat aplikasi digital bernama SIM PKK yang nantinya akan digunakan sebagai pencatatan digital bagi para kader PKK.

“Jadi semua akan tercatat secara digital agar lebih terkoordinir dan bisa termonitor. Kita sedang berproses untuk memperbaiki administrasi di semua kelurahan,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Tim Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto mengucapkan selamat kepada Kelurahan Jemur Wonosari yang berhasil masuk nominasi tiga besar untuk lomba kelurahan.

“Kota surabaya yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya dalam menjaga kebersamaan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ucap Budi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *