Yuk Dicoba! Hindari Sederet Kesalahan Ini Agar Anak Menjadi Disiplin

Cara mengajarkan anak agar menjadi disiplin.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Sulitnya anak menjadi  disiplin umumnya disebabkan kesalahan orang tua saat masih mengajarinya di masa kecil. Kesalahan itu yang membuat orang tua tergolong gagal dalam mengajarkan kedisiplinan kepada anak. Inilah sejumlah  kesalahan yang mesti dihindari orang tua saat mengajari kedisiplinan kepada anak, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Kegagalan orang tua dalam mengajarkan kedisiplinan kepada anak biasanya disebabkan kesalahan-kesalahan kecil.Salah satunya, perkataan negatif yang dilontarkan orang tua kepada anak, sehingga si kecil enggan mengikuti arahannya.

Ada baiknya, saat mengajarkan kedisiplinan, orang tua menggunakan metode yang lebih lembut, penuh perhatian dan kasih sayang.

2. Terlalu mengontrol

Ketika anak diberikan jadwal tugas untuk latihan kedisiplinan, bukan berarti orang tua memiliki kendali penuh atas anak. Jika sepenuhnya dikendalikan orang tua, anak bisa memberontak karena merasa tertekan dengan kebijakan kedisiplinan yang dibuat.

3. Menyuruh dengan cara membentak

Membentak bukan parenting yang baik kepada anak, karena pesan yang disampaikan akan sulit tersampaikan. Jelas, anak merasa ketakutan, bukan justru menyimaknya.

Dalam kedisiplinan, anak bukannya hidup disiplin, justru menjadikannya enggan mengikuti pola asuh orang tuanya.

4. Orang tua menyerah di tengah jalan

Terkadang, sebagian orang tua menyerah lantaran capek mendidik anaknya sendiri. Akhirnya, rencana yang dibuat membentuk karakter anaknya gagal total.

Hal ini yang memicu rencana orang tua berantakan dan akhirnya anak tidak konsisten menerapkannya.

5. Menghukum anak

Di sebagian orang tua, rupanya keliru dalam mempersepsikan tentang kedisiplinan kepada anak. Disiplin bukan artinya memberi hukuman saat anak berperilaku buruk.

Tapi, disiplin adalah pola hidup yang konsisten melakukan hal-hal positif, sehingga hal ini jangan dipahami berlebihan oleh orang tua.

6. Tak punya rencana yang jelas

Sama dengan kehidupan lainnya, perencanaan yang tidak jelas, tentu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kegagalan.

Terkadang, kegagalan anak dalam menerapkan kedisiplinan disebabkan pola latihan dari orang tua yang tidak terencana. Kadang serius, lalu hilang, dan bentuk ketidak konsistenan lainnya dari orang tua.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *