Gerindra Kulon Progo Kantongi 3 Nama Bacabup untuk Pilkada 2024

Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Kulon Progo bicara koalisi dan Bacabup di Pilkada 2024. Foto : Istimewa

Indonesiadaily.net, Kulon Progo – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono mengaku telah mengantongi 3 nama untuk bakal calon bupati atau Bacabup. Namun, pihaknya belum menentukan siapa yang bakal diusung pada diusungnya di Pilkada 2024.

“Ada tiga tokoh yang kami kantongi. Dua dari eksternal partai, alias tidak ber KTA. Satu dari dalam partai ber KTA, yakni saudara Marija. Tetapi belum, kami tentu mencari yang terbaik dari yang baik,” ujar Lajiyo Yok Mulyono saat dikonfirmasi, Selasa, 16 April 2024.

Bacaan Lainnya

Pihaknya selektif menentukan calon yang akan diusung karena Partai Gerindra tidak hanya sekedar ingin punya bupati, tetapi harus mampu memberi lompatan besar ke depan.

“Selaras dengan semangat yang dikobarkan di pusat,” kata Lajiyo Yok Mulyono.

Sebab, menurut Lajiyo Yok Mulyono, jika daerah tidak satu alur dengan pusat, ke depan akan repot, anggaran terhambat dan yang rugi tentu masyarakat Kabupaten Kulon Progo.

Monggo kita pikirkan bersama, jangan terus-terusan nrimo ing pandum (Sebatas menerima, pasrah, dan berpangku tangan atas segala situasi atau musibah yang terjadi). Maka kita butuh pemimpin yang berani dan amanah,” ujarnya.

Ia menegaskan jika nanti dari eksternal, tetapi bisa memberi dampak luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Kulon Progo, maka sosok itu yang akan diambil Partai Gerindra.

Sedangkan terkait koalisi, ia menerangkan ada skema koalisi dengan tiga partai besar dan kini sudah 90 persen final.

“Tentu kami berharap ada partai lain yang segera menyusul bergabung dengan koalisi ini untuk mewujudkan Kulon Progo lebih maju, terjadi lompatan besar ke depan,” katanya.

Sehingga, ia melanjutkan, butuh koalisi kuat dan calon bupati berpengalaman, memiliki relasi luas, terutama di sektor invenstasi. Sebab, tantangan Kulon Progo ke depan tidak ringan, khususnya mengatasi kemiskinan, membangun perekonomian yang maju secara permanen, dan yang tidak kalah pentingnya adalah managemen pemerintahan yang cerdas dan efektif.

“Itu alasan dasar kita, kenapa tidak sekedar punya bupati, tetapi bupati yang benar-benar memilki gagasan besar dan lompatan besar, sebab kita tidak boleh nrimo hanya dengan keadaan seperti ini terus menerus,” ucap Lajiyo Yok Mulyono.

Penulis : Hari Sutanta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *