Indonesiadaily.net, Yogyakarta -Paguyuban Peternak Ayam Petelur Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY buka suara ihwal lonjakan harga telur hingga Rp34 ribu per Kilogram (Kg).
“Kalau harga telur ayam itu melonjak hingga Rp40 ribu per Kg itu baru mengagetkan, kalau naik di harga Rp34 ribu itu belum apa-apa, karena harga pakan dan obat juga melejit,” kata pengurus Paguyuban Peternak Ayam Petelur DIY, Kuswanto, Jumat (8/3/3024).
Sebab, Kuswanto mengungkapkan sejak bulan lalu terdapat kenaikan harga pakan, seperti per karung ukuran 50 Kg sudah mencapai Rp500 ribu atau naik 25 persen.
Kemudian, jagung yang semula Rp5.500 per Kg, kini mengalami kenaikan hampir 100 persen di kisaran Rp10 ribu. Bahkan, terparah di bekatul yang mengalami kenaikan sejak awal Januari 2024, dari semula Rp4.200 per Kg menjadi Rp5.500 per Kg.
“Bekatul itu lh naiknya Rp1.300 per Kg. Dan komponen bekatul dalam produksi telur ayam tak tergantikan atau kunci,” terang Kuswanto.
Ia menjelaskan jika seekor ayam petelur jatah betakulnya 2 Kg, artinya tiap ekor membutuhkan biaya Rp11 ribu untuk komponen bekatul.
“Belum jagung, konsetrat dan obat-obatan juga naik luar biasa tajam. Maka kalau sekarang ini peternak mematok harga telur ayam sebesar Rp 25.000 per kilogram di kandang, itu masih belum menguntungkan,” jelas Kuswanto.
Kuswanto mengungkapkan, berdasarkan hitungan peternak, harga telur ayam di kandang kini idealnya di posisi Rp27 ribu per Kg, sedangkan harga di pasaran Rp34 ribu per Kg termasuk wajar.
“Karena selisih Rp 7.000 per kilogram itu harus dibagi ke beberapa komponen, terutama angkutan dan pedagang eceran,” ungkapnya.
Terlebih, lanjut Kuswanto, saat ini menjelang Ramadan serta sejumlah kendala seperti musim hujan, pasokan pakan dari petani terhambat dan sebagainya.
Sementara itu, sejumlah peternak ayam petelur non asosiasi, salah satunya Junianto menilai kenaikan harga telur ayam kali ini sebenarnya masih bisa ditekan di tingkat harga Rp32 ribu per Kg.
Namun, resikonya ada kenaikan harga di pertenganan Ramadan, sebab saat itu seluruh suplai pakan akan sedikit terhambat akibat puasa ditambah masih berlangsungnya musim hujan serta banjir di sejumlah wilayah.
“Peternak bisa menurunkan harga telur ayam di kandang di angka Rp25 Ribu per Kg bisa banget, tetapi pilihannya nanti pertengahan bulan puasa harga naik naik lagi Rp2000 per Kg, atau naik Rp27.000 per Kg, tetapi selama puasa harga stabil,” kata Junianto, peternak ayam petelur di Sentolo, Kulon Progo. (*)






