Pengukuhan Pengurus, LKD kenalkan Budaya Depok Lewat Film Gong Si Bolong

Pengurus LKD dikukuhkan Betawi Ngoempoel Creative Centre (BNCC) di Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/1) malam.

Indonesiadaily.net – Lembaga Kebudayaan Depok atau LKD dikukuhkan Betawi Ngoempoel Creative Centre (BNCC) di Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/1) malam.

LKD didirikan sejumlah budayawan dan seniman di Depok, antara lain Jeffrey Sumampaow, Nuroji, Entong Manisah Boy, Puguh Tjahjono, Sihar Ramses Simatupang, Torben Rando Oroh, Kurniawan, Syahrullah Imaduddin, Iman Sembada, Jimmy S Johansyah, Bambang Wahyudin, Hanoeng M Nur, Ary Trisna Oktavierasasi, Mustafa Ismail,  dan Iin Marlina’.

Bacaan Lainnya

Adapun di kepengurusan terdapat sejumlah nama seniman yang selama ini berkiprah secara nasional seperti Daus Mini, Ginanjar Empat Sekawan, Rosmala Sari Dewi, Willy Ana, Logo Situmorang, Fanny J Poyk, dan lain-lain.

“Kita akan mulai mendata objek-objek kebudayaan di Depok,” kata Ketua dewan pembina LKD, Nuroji kepada wartawan.

Dalam agenda pengukuhan sekaligus memperkenalkan sejumlah seniman Depok yang tergabung dalam LKD juga dirangkai dengan penayangan perdana Film Gong Si Bolong.

Nuroji mengungkapkan, Gong Si Bolong adalah karya pertama Lembaga Kebudayaan Depok.  Cikal bakal terwujudnya film Gong Si Bolong diawali ketika sejumlah seniman mengadakan pertemuan di BNCC.

“Saya bersama beberapa anggota LKD mencoba bagaimana mengangkat keberadaan benda sejarah Gong Si Bolong ke dalam sebuah film yang dibumbui rasa milenial, dan itu yang sebenarnya menjadi tantangan orang-orang kreatif di BNCC,” ungkap Nuroji.

Mantan Ketua Umum Dewan Kesenian Depok itu menambahkan, film ini akan menjadi tontonan edukasi yang menghibur dan mendidik, bagi masyarakat Indonesia.

“Tentunya, tanpa melupakan peran para sesepuh yang konsisten untuk generasi pemegang estafet dalam menjaga teguh adat istiadat agar jangan sampai punah terlindas zaman,” tandas Nuroji.

Dalam kaitan itu, seniman senior Entong Manisah Boy mengungkapkan bahwa dalam menterjemahkan konsep dukumenter agar mewujud cair dan bisa diterima oleh kalangan muda saat ini, memang bukan persoalan mudah,

“beruntung kami punya Eka Perdana seorang kreator yang mampu menjembatani antara literasi sejarah seperti Gong Si Bolong ke dalam pendekatan kekinian,” timpal lelaki yang akrab dipanggil Bang Boy ini.

Adalah seorang kreator Eka Perdana dan tokoh budayawan Depok, Haji Nuroji, beserta sosok seniman senior Entong Manisah Boy, mencoba mengusung ide untuk pembuatan film tentang keberadaan Gong si Bolong yang ada di wilayah Depok.

“LKD adalah ikhtiar untuk menggali, melestarikan, dah mengembangkan kebudayaan di Depok yang multikultur,” imbuh Sekretaris LKD Tora Kundera di Depok.

Sementara menurut Eka, film yang mengangkat tagline ‘Kita Punya Warisan’ ini,
dikemas pada titik tolak dari seni musik tradisi dan pertunjukan lenong.

‘Karena itu, film ini diharapkan dapat memberi warna baru kepada generasi saat ini dalam menikmati film bertemakan budaya yang disuguhkan dengan sentuhan anak muda,” kata Eka.

Sedangkan, Ketua LKD, Kurniawan yang didampingi Sekretaris LKD Tora Kundera mengatakan, film ini adalah wujud partisipasi LKD dalam aksi peduli budaya.

“Apalagi cerita yang diangkat berlatar belakang budaya Depok,” ujarnya.

Rencananya film besutan sutradara Masree Ruliat ini akan melakukan “Road Show” pemutarannya di sekolah yang ada di daerah-daerah.

Bahkan film yang diperankan oleh Firmansyah, Yuna Anggraini, Entong Manisah Boy, Iin Marlina, Atma Yudfi Ramadan, Kong Ridan dan Sari Hidayat, serta ditulis oleh Jimmy S Johansyah ini, diharapkan mampu menjadi duta di ajang Festival Film Nasional.

“Intinya film ini ingin mengkolaborasi antara budaya yang ada di Depok dengan balutan generasi multi media yang ada saat ini, dan kemudian mewujud menjadi sebuah film yang berkelas,” kata Kurniawan.

Sedangkan lokasi syuting film ini dilakukan di beberapa tempat bersejarah yang ada di Depok, juga tentunya dengan menyelipkan informasi budaya kuliner yang ada di Depok, sekaligus demi mengangkat pariwisata Kota Depok juga, dengan mengambil gambar tempat tempat bersejarah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *