Indonesiadaily.net – Tulang yang kuat merupakan investasi untuk mempertahankan kualitas hidup di masa depan. Agar tulang tetap kuat, diperlukan gaya hidup sehat yang harus dijalani setiap hari. Dengan menjalaninya secara konsisten, osteoporosis dapat dicegah, risiko patah tulang dapat ditekan, dan hidup yang aktif, mandiri, serta berkualitas hingga usia lanjut bukan sekadar angan-angan.
Sayangnya, kesehatan tulang masih sering luput dari perhatian hingga akhirnya terjadi patah tulang. Osteoporosis dikenal sebagai silent disease karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi dampaknya dapat mengubah kualitas hidup secara drastis. Secara global, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia di atas 50 tahun berisiko mengalaminya.
Kondisi itulah yang mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta bekerja sama dengan Posbindu Delima RW 11 Bedahan, Sawangan, Kota Depok, menyelenggarakan program “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Osteoporosis dan Fraktur Osteoporotik melalui Penapisan Sederhana dan Edukasi Gaya Hidup.” Program berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan 40 orang yang terdiri atas warga dan kader Posbindu.

Ketua Tim PKM, Nurfitri Bustamam, SSi, MKes, MPdKed., menjelaskan bahwa program ini berawal dari temuan pemeriksaan kepadatan tulang yang lebih dahulu dilakukan terhadap masyarakat mitra. Hasilnya, banyak warga sudah mengalami penurunan kepadatan tulang, baik dalam tahap osteopenia maupun osteoporosis. Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya pemahaman warga mengenai kesehatan tulang, mencakup kebutuhan kalsium dan vitamin D harian, olahraga yang tepat, hingga pentingnya deteksi dini risiko osteoporosis.
“Melalui kegiatan ini, Tim PKM ingin mengajak masyarakat memahami bahwa osteoporosis dapat dicegah sejak dini. Perubahan gaya hidup yang dilakukan secara konsisten akan menjadi langkah besar menuju masa tua yang sehat, aktif, dan mandiri,” ujar Nurfitri.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan bersama dosen lain, dr. Diana Agustini Purwaningastuti, MBiomed, AIFO-K, dan Dra. Cut Fauziah, MBiomed, dan didukung tenaga kependidikan Ashfia Desi Rahmalina, SSi, MBiomed. Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta juga dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan PKM di lapangan pada tanggal 27 Juni dan 25 Juli 2026.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pengisian kuesioner pengetahuan, faktor risiko osteoporosis, dan olahraga, pengukuran tinggi dan berat badan, penilaian asupan kalsium, hingga pemeriksaan keseimbangan tubuh dan risiko jatuh, sebagai indikator penting mengingat jatuh adalah pemicu patah tulang pada orang dengan osteoporosis.
Selain itu, peserta mendapat materi tentang faktor risiko osteoporosis, pentingnya memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, serta jenis olahraga yang terbukti mendukung kesehatan tulang, seperti latihan kekuatan otot dan latihan keseimbangan.
Program ini juga membekali warga dengan pengetahuan baru tentang sumber kalsium. Selama ini banyak yang mengira susu adalah satu-satunya sumber kalsium, padahal bahan pangan lokal yang mudah dijangkau seperti daun kelor, bayam merah, daun pepaya, timun suri, salak Bali, telur ayam, ikan kembung, ikan mujair, hingga kacang hijau, kacang merah, dan kacang kedelai juga kaya kalsium.

Pendampingan Berlanjut Lewat WhatsApp
Salah satu keunggulan program ini adalah pendampingan berkelanjutan melalui WhatsApp Group selama empat minggu. Melalui grup tersebut, peserta memperoleh materi edukasi dalam bentuk infografis, video, dan booklet digital, sekaligus berbagi pengalaman dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Pendampingan ini tampaknya berhasil menumbuhkan antusiasme. Peserta aktif berdiskusi, bertanya seputar kesehatan tulang, hingga mempraktikkan langsung gaya hidup sehat dengan menunjukkan foto masakan mereka yang kaya kalsium dan foto kegiatan olahraga. Hal tersebut menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai wadah untuk saling memotivasi dan berbagi pengalaman dalam menjaga kesehatan tulang.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai osteoporosis dan langkah pencegahannya, disertai perbaikan keseimbangan tubuh dan penurunan risiko jatuh.
Salah seorang kader Posbindu Delima RW 11 mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan sekaligus motivasi yang selama ini dibutuhkan warga, terutama warga yang berisiko mengalami osteoporosis.
Menjaga Kemandirian di Usia Lanjut
Di akhir kegiatan, Nurfitri berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekitar. “Menjaga kesehatan tulang bukan hanya untuk mencegah patah tulang, tetapi juga untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup hingga usia lanjut. Semoga para peserta dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat untuk kesehatan tulang,” ujarnya.
Program pengabdian ini menjadi salah satu wujud komitmen UPN Veteran Jakarta untuk menghadirkan inovasi edukasi kesehatan yang aplikatif sekaligus memberdayakan masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular sejak dini.***
Foto 2. Tim PKM bersama Kader Posbindu Delima
Foto 3. Kegiatan Olahraga dan Masakan Kaya Kalsium (Ikan dan Bayam Merah)






