Elit Demokrat Protes Jokowi yang Sebut Ciri Pemimpin Memikirkan Rakyat dengan Kerutan dan Beruban

Jokowi tentang IMF
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Indonesiadaily.net – Pidato Presiden Jokowi pada acara relawan bertajuk Nusantara Bersatu mendapat kritikan dari Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani. Dirinya menilai jika Presiden telah mempertontonkan pembodohan.

Pada pidato itu, Presiden mengatakan tentang ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat. Menurut Presiden mereka yang memikirkan rakyat punya ciri-ciri khusus seperti kerutan di wajah hingga rambut yang telah memutih seluruhnya.

Bacaan Lainnya

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi sejatinya adalah praktik mempertontonkan kebodohan dan pembodohan. Tak ada satu pun literatur pada berbagai studi kepemimpinan yang bisa ditemukan bahwa keriput dan rambut putih adalah ciri pemimpin yang tahu penderitaan rakyat dan pro rakyat,” ungkap Kamhar dilansir dari Suara.com.

Apa yang dikatakan Jokowi kata dia, bukan ciri-ciri pemimpin yang telah memikirkan rakyat, namun, lebih kepada tanda-tanda penuaan.

“Kita berbaik sangka, jangan-jangan Pak Jokowi tidak memahami dengan cermat isi pidatonya, hanya membaca dan membeo pada apa yang disajikan orang di sekelilingnya. Sebagaimana dulu pernah terjadi di awal pemerintahannya, menandatangani Perpres yang tak dicermatinya lalu kemudian menyalahkan bawahannya,” jelas elite Demokrat itu.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan masyarakat untuk berhati-hati dalam mencari pemimpin pada Pilpres 2024, dan agar memilih pemimpin yang memikirkan rakyat.

“Dalam mencari pemimpin ke depan, pemimpin seperti apa yang kita cari? Hati-hati saya titip hati-hati, pilih pemimpin hati-hati, pilih pemimpin yang ngerti apa yang dirasakan oleh rakyat,” kata Jokowi saat memberikan pidato sambutan.

Ia mengingatkan agar masyarakat mencari sosok pemimpin yang tak hanya memimpin Indonesia dengan duduk manis di istana, melainkan pemimpin yang senang dan mau turun ke bawah, serta mau merasakan keringat rakyat.

Ia pun menyebut pemimpin yang memikirkan rakyat juga bisa tampak dari penampilan atau perawakan wajahnya, seperti mempunyai banyak kerutan hingga berambut putih.

“Keliatan banyak kerutan di wajahnya karena ‘mikirin’ rakyat, ada juga yang ‘mikirin’ rakyat sampai rambutnya putih semua. Jadi pemimpin yang ‘mikirin’ rakyat itu keliatan dari penampilannya,” tuturnya.

Ia lantas berkata dengan setengah berkelakar, “Kalau wajahnya ‘cling’ bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati-hati”. (*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *