Indonesiadaily.net – Sejak tahun 1949, China dikuasai Partai Komunis China (PKC). Partai tersebut dipimpin Xi Jinping yang kini menjadi presiden negeri Tirai Bambu -sebutan China-. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKC.
PKC merupakan partai politik dan gerakan revolusi yang dibentuk oleh Li Dazhao dan Chen Duxiu. Di tahun 1049, PKC memenangkan bangku kekuasaan atas China setelah berhasil mengalahkan partai nasionalis Kuomintang (KMT) dalam perang sipil.
Kepengurusan PKC
PKC merupakan salah satu partai politik terbesar di dunia, dengan anggota berjumlah 95,1 juta.
Sebagaimana diberitakan Firstpost, struktur PKC terdiri dari 2.000 delegasi yang menghadiri Kongres Nasional Partai setiap lima tahun sekali. Dalam pertemuan itu, mereka akan memilih Komite Sentral yang beranggotakan sekitar 200 orang.
Komite Sentral terdiri dari 205 orang dan 171 anggota alternatif. Mereka dapat berpartisipasi di pleno kebijakan, tetapi tak memiliki hak untuk memilih.
Meski begitu, Komite Sentral memiliki hak untuk menetapkan Biro Politik atau Politbiro, yang beranggotakan 20 sampai 25 orang.
Politbiro merupakan kepemimpinan utama dari PKC. Namun dalam Politbiro, ada Komite Tetap Biro Politik yang beranggotakan enam sampai sembilan orang.
Dinamika Politik
Kepemimpinan partai diputuskan lewat negosiasi rahasia. Beberapa ahli memisahkan struktur kekuasaan di dua golongan berbeda, yakni “pangeran” atau anak dari pejabat tinggi, dan “tuanpai”, sebutan bagi orang-orang dengan latar belakang yang lebih sederhana.
Namun, pengamat lain menilai dinamika kekuatan di dalam partai dibuat dari relasi personal dan loyalitas yang terbagi menjadi kelompok, yakni mantan pemimpin, pejabat saat ini, dan kelas elite.
Banyak Rahasia
PKC mengklaim memiliki jutaan anggota, tetapi daftar lengkap nama anggota mereka tak dipublikasikan.
Sebagaimana diberitakan France24, orang yang ingin menjadi anggota PKC harus menjalani proses pendaftaran selama dua tahun, dengan setiap kandidat harus memiliki sejarah pribadi yang bersih.
Berdasarkan data Departemen Organisasi PKC, hanya 6,5 juta anggota mereka yang merupakan buruh, dengan 25,8 juta adalah pekerja pertanian. Sementara itu, 41 juta orang adalah profesional kerah putih dan 19 juta merupakan pensiunan kader.
“Dalam konferensi tingkat tinggi perwakilan partai, kita dapat melihat bahwa itu merupakan partai politik yang beranggotakan kelas birokrat,” kata analis politik Beijing Wu Qiang.
Selain anggotanya yang rahasia, pertemuan PKC juga berlangsung secara tertutup. Kongres lima tahunan mereka berlangsung secara rahasia.
Tak hanya itu, pertemuan tingkat tinggi di Komite Sentral, Biro Politik, dan kabinet berlangsung secara rahasia. (*)
Editor : Pebri Mulya






