Indonesiadaily.net – Ekonom senior DR. Rizal Amri turut menanggapi kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Menurut Rizal solusinya ada integritas dan profesionalisme dari lembaga pendidikan dan hakim terjaga, maka kasus ini terselesaikan.
“Banyak yang nanya tentang kasus ijazah palsu? Fakta dan fiksi sudah diubeg-ubeg, padahal itu soal sederhana asalkan integritas dan profesionalisme lembaga pendidikan dan hakim terjaga,” ungkap Rizal.
Meski demikian, menurutnya yang sudah pasti palsu adalah pencitraan yang dilakukan presiden. Mulai dari citra prorakyat hingga propetani, yang ternyata semua adalah kepalsuan atau tidak sesuai dengan kenyataan.
“Tapi yang jelas citra sebagai pemimpin pro-rakyat, pro-Trisakti, pro-petani itu ternyata palsu belaka,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo digugat ke PN Jakarta Pusat terkait tudingan ijazah palsu membuat Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia angkat suara. Dia menegaskan, Jokowi adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.
“Bapak Ir. Joko Widodo, adalah alumni Prodi S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, angkatan tahun 1980. Bapak Ir. Joko Widodo dinyatakan lulus UGM tahun 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen yang kami miliki,” kata Ova.
Keterangan ini untuk menjawab beredarnya isu atau informasi yang terjadi di media berkenaan dengan adanya tuduhan oleh seseorang yang mempertanyakan ijazah Jokowi.
Penegasan ini, lanjut Ova karena merupakan tanggung jawab UGM untuk mengklarifikasi.
“Sebenarnya bukan kerisihan, tetapi merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan klarifikasi kepada publik. Juga bukan karena yang dipertanyakan orang nomor satu (presiden), tetapi juga misalnya ada alumni yang ingin diverifikasi. Kami juga akan memverifikasi,” ujar Ova.
Editor : Nur Komalasari






