Indonesiadaily.net – Lukisan Yesus Kristus atau ‘Salvator Mundi’ yang dibuat Leonardo da Vinci adalah salah satu lukisan yang dimiliki Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). Diketahui lukisan tersebut dibeli Pangeran Arab Saudi tersebut dengan harga US$450,3 juta atau setara Rp6,9 triliun.
Sebagaimana diberitakan The New York Times, pembeli lukisan tersebut yang terdaftar adalah Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud. Meski begitu, MbS lah yang telah mendanai pembelian lukisan tersebut
Kabar ini disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat dan Arab Saudi yang familier dengan pembelian itu pada 2017.
Pangeran Bader pun merespon apa yang tertayang di The New York Times. Dia mengatakan “[saya] terkejut ketika membaca laporan terkait saya dari koran The New York Times dan informasi yang aneh dan tidak akurat dalam berita itu.”
Namun, pernyataan Bader tidak mengangkat soal gambar tersebut atau mengakui apakah ia benar-benar membeli gambar itu.
Sementara itu, seorang pejabat Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menolak mengomentari kabar ini.
Di sisi lain, pembelian gambar Yesus Kristus buatan Leonardo da Vinci tersebut dinilai melanggar sensibilitas dan melanggar aturan kerajaan Saudi yang ultra-konservatif.
Gambar “Salvator Mundi” ini merupakan gambaran hormat dari Yesus Kristus sebagai juru selamat. Namun, Islam percaya Yesus bukanlah penyelamat, tetapi seorang nabi.
Ulama Saudi juga mengajarkan, Islam melarang karya seni apapun yang mewakili manusia, pun penggambaran salah satu nabi secara khusus merupakan hal yang dilarang.
Sementara itu, Pangeran Bader tak diketahui memiliki sumber kekayaan yang mampu membuatnya membeli gambar itu. Ia juga tak memiliki rekam jejak sebagai kolektor seni.
Namun, Pangeran Bader merupakan teman lama MbS dan telah lama menjadi agen pria itu kala membeli resort untuk enam pangeran di keluarga MbS.
Selain itu, kala The New York Times menunggu konfirmasi dari Kedubes Saudi, cabang Museum Louvre di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mengumumkan mereka menerima gambar Yesus tersebut.
Louvre tidak mengungkapkan apakah mereka menerima lukisan itu sebagai hadiah atau pinjaman. Namun, putra mahkota UEA, Mohammed bin Zayed, merupakan sekutu dekat MbS. (*)
Editor : Pebri Mulya






