Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02
Indonesiadaily.net – Gegap gempita Piala Dunia 2026 berlanjut dan semakin seru karena benar-benar hasilnya mulai memengaruhi lolos atau tidaknya suatu tim.
Pada Selasa 23 Juni WIB akan digelar empat pertandingan. Di Grup J Argentina menerima tantangan Austria mulai pk. 00.00 WIB dan Yordania jumpa Aljazair mulai pk. 10.00 WIB. Sementara itu, di Grup I Prancis kontra Irak dan Norwegia beradu dengan Senegal.
Klasemen sementara Grup J, Argentina memimpin dengan nilai 3, dengan selisih gol lebih baik ketimbang Austria yang juga memiliki nilai 3. Selisih gol Argentina +3, sedangkan Austria +2. Dua posisi terbawah diisi Yordania dan Aljazair.
Membahas pertandingan Argentina vs Austria, ada yang jauh lebih menarik daripada sekadar soal skor akhir yaitu menanti kepastian setidaknya sebiji gol dari Lionel Messi yang akan menjadikannya sendirian sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia.
Saat ini kapten Timnas Argentina itu telah mengoleksi 16 gol sejak tampil di putaran final Piala Dunia pada edisi 2006. Jumlah itu persis sama dengan raihan ujung tombak Timnas Jerman Miroslav Klose yang dihasilkannya dalam empat Piala Dunia mulai 2002 hingga 2014.
Messi tiga kali menjebol gawang Aljazair pekan lalu ketika skuat Tango memulai perjuangan untuk mempertahankan gelar juara dunia sehingga menyamai catatan gol Klose.
Langkah Messi untuk melewati torehan gol Klose terbilang mudah karena berada satu grup dengan Aljazair dan tim debutan Yordania. Jadi, kalau pun Messi gagal menjebol gawang Austria, dia masih punya kesempatan terbentang luas untuk menjadi top skor sepanjang masa Piala Dunia karena pada pertandingan terakhir fase grup hanya akan meladeni Yordania si anak bawang.
Bahkan, Messi bisa jadi akan memecahkan rekor sebagai top skor sepanjang masa langsung berselisih beberapa gol dari catatan gol Klose.
Messi harus berterima kasih kepada FIFA yang menambah jumlah peserta putaran final Piala Dunia sehingga hadirlah tim-tim gurem yang “menyediakan” gawangnya untuk menjadi lumbung gol bagi lawan-lawan mereka, termasuk Yordania dan Aljazair.
Pemecahan rekor top skor sepanjang masa Piala Dunia sebelumnya berjalan selama bertahun-tahun. Top skor sepanjang masa pertama yang paling dicatat adalah Just Fontaine, striker Prancis, yang mencetak 13 gol hanya di satu edisi Piala Funia pada 1958.
Rekornya kemudian baru terpecahkan pada Piala Dunia 1974 ketika bomber Jerman Barat Gerd Muller mencetak 4 gol, menggenapkan jumlah golnya menjadi 14 karena 4 tahun sebelumnya dia tampil sebagai top skor Piala Dunia 1970 dengan 10 gol.
Rekor top skor sepanjang masa berikutnya baru terpecahkan pada 2006 atas nama bintang Brasil Ronaldo Luís Nazario de Lima. Dia mencetak total 15 gol di tiga Piala Dunia, dan Klose akhirnya baru bisa memecahkannya 8 tahun kemudian dengan 16 gol.
Sekarang, di Piala Dunia 2026, berkat FIFA menghadirkan tim-tim kelas dua, panen gol sudah terlihat. Dampaknya, entah ini positif atau negatif, gelar top skor sepanjang masa Piala Dunia akan jauh lebih mudah dipecahkan.
Bahkan, mungkin saja nanti malam Messi sendirian menjadi top skor sepanjang masa melewati Klose, tetapi beberapa hari kemudian ujung tombak Prancis Kylian Mbappe sudah berhasil melewati catatan Messi. Apa lagi jika langkah Argentina terhenti di fase knock out, sementara Prancis terus melaju.
Terlepas dari pembahasan tentang top skor sepanjang masa yang hampir pasti dipecahkan Messi, Argentina dan Austria 99 persen bakal mewakili Grup J ke 32 besar, sedangkan Yordania dan Aljazair berjuang untuk finis di posisi ketiga dengan harapan bisa menjadi salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik yang ikut lolos ke babak gugur.
Beralih ke Grup I, yang paling menarik tentu apakah Mbappe tetap bisa bertahan di jalur persaingan dengan Messi untuk memecahkan rekor Klose.
Hanya jumpa Irak, yang lolos sebagai wakil Asia melalui jalur play-off antarbenua dengan menaklukkan Bolivia, bisa dikatakan Prancis mendapat makanan empuk dan Mbappe bakal pesta gol.
Di pertandingan lain, Norwegia yang di pertandingan pertama menghancurkan Irak 4–1 akan bertarung setidaknya untuk tujuan menempati posisi kedua grup kontra Senegal yang dibekuk Prancis 1–3 di laga pembuka.
Dengan hasil dua pertandingan matchday pertama, Senegal wajib menang untuk menjamin satu tempat di 32 besar dengan finis sebagai runner-up Grup I, sedangkan bagi Norwegia dengan Erling Haaland-nya, hasil imbang sudah memberi kepastian satu tempat di fase knock out, paling tidak sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Salah satu yang layak dinantikan di laga ini tak pelak lagi ialah berapa jumlah gol yang bakal dilesakkan Haaland ke gawang Senegal meskipun itu dipastikan tak mudah, bahkan hasil imbang berpeluang cukup besar terjadi.(*)






