Kapolri : Ada 11 Personel Polisi yang Menembakan Gas Air Mata ke Penonton

polisi tembak gas air mata
Polisi tembakan gas air mata pada saat insiden Stadion Kanjuruhan, Malang

Indonesiadaily.net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan data tentang tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dimana, ada 11 personel Polri yang menembahkan gas air mata ke tribun selatan dan utara.

Listyo menyampaikan tragedi diawali saat adanya beberapa suporter yang turun ke lapangan. Personel polisi pun bersiap untuk melakukan pengamanan.

Bacaan Lainnya

“Penonton semakin banyak yang turun ke lapangan sehingga pada saat itu kemudian beberapa anggota mulai melakukan kegiatan-kegiatan penggunaan kekuatan, seperti yang kita lihat ada yang menggunakan tameng, termasuk pada saat mengamankan kiper Arema FC,” ujar Sigit.

Sigit mengatakan, setelah itu pun 11 personel polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter.

“Terdapat 11 personel yang menembakkan gas air mata, ke tribun selatan kurang lebih 7 tembakan, tribun utara 1 tembakan dan ke lapangan 3 tembakan. Ini yang kemudian mengakibatkan para penonton terutama yang ada di tribun yang ditembakkan tersebut kemudian panik, merasa pedih dan kemudian berusaha meninggalkan arena,” lanjut Sigit.

Dia mengatakan, alasan menembakan gas air mata itu untuk mencegah suporter semakin banyak masuk ke lapangan.

“Di satu sisi tembakan tersebut dilakukan dengan maksud untuk mencegah agar penonton yang kemudian turun ke lapangan itu bisa dicegah,” katanya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *