Tidak Hanya Ganja, Cicipi Burger dari Serangga yang Hits di Thailand

Ilustrasi burger
Ilustrasi burger

Indonesiadaily.net – Thailand memang kerap penuh kejutan. Setelah ramainya sajian kuliner yang dicampur dengan ganja, kini di Thailand sedang hits kuliner burger yang diolah dari serangga. Bahkan, kabarnya burger tersebut rasanya tak kalah enak dari daging sapi.

Sejak pemerintah Thailand melegalkan penggunaan ganja untuk olahan makanan dan minuman dengan peraturan ketat. Banyak orang yang berinovasi dengan membuat kuliner dengan campuran ganja atau canabis di sana.

Tapi selain kuliner ganja, burger dari daging serangga juga cukup hits dan diminati di Thailand.

Dilansir dari Global Times Senin 19 Septembe 2022, beberapa tahun terakhir serangka kerap dijadikan bahan makanan alternatif yang kaya akan kandungan protein. Bahkan pasar serangga sebagai makanan, sudah menjadi industri tersendiri di beberapa negara.

Baca Juga  Ade Yasin Merasa Difitnah Terlibat Suap, Mencari Keadilan di Persidangan

Di Thailand misalnya. Tren burger dengan daging serangga ini sedang hits. Selain daging patty dari serangga, ada sosis sampai bola-bola daging dari serangga.

Karena serangga sebelumnya sudah jadi jajanan populer di Thailand. Seperti serangga jenis belalang, ulat sutra, sampai kecoak.

“Jadi serangga tidak hanya dijual di tenda kaki lima saja, atau cuma bisa digoreng dan disajikan dengan kecap asin. Tapi serangga bisa diolah menjadi burger, aneka roti, cookies, bahkan bumbu kentang goreng. Semua ini bisa diolah dari serangga,” ungkap Poopiat Thaipairat, selaku pemilik dari Bounce Burger Restaurant, yang menyajikan burger serangga di Bangkok.

Tentunya Poopiat sempat mengalami kesulitan saat mengubah serangga menjadi sajian burger. Apalagi image atau pandangan orang-orang tentang serangga, yang sering dianggap sebagai makanan ekstrem atau menjijikkan.

Baca Juga  Bawaslu Mempersilakan Siapapun 'Turun Gunung' di Pemilu 2024

“Maka dari itu, kalau kami membuka restoran yang menyajikan makanan dari bahan dasar serangga, tapi bentuknya tidak menyerupai serangga pasti pelanggan akan lebih tertarik untuk mencoba,” sambung Poopiat.

“Serangga itu memiliki tekstur yang gampang tersangkut di tenggorokan. Jadi kita membuang bagian serangga yang sulit dicerna,” tuturnya.

“Konsepnya mirip seperti daging sapi dan babi, kita tidak mengolah tulangnya,” ungkap Poopiat.

Poopiat dan timnya yakin, bahwa makanan dari serangga ini akan semakin diminati, jika hadir dalam bentuk baru seperti burger hingga sosis.

Selain itu serangga jauh lebih ramah lingkungan, ketimbang peternakan sapi, babi atau ayam. Sehingga banyak orang yang mulai melirik serangga sebagai sumber protein alternatif. (*)

Baca Juga  Saatnya Mengenal Kendaraan Listrik bagi Para Pelaku Usaha Bengkel

 

Editor : Pebri Mulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.