Senin, April 15, 2024

Peneliti Sebut Anak-anak Indonesia Risiko Tinggi Terpapar Timbal, Ini Dampaknya

 

Indonesiadaily.net – Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) menemukan bahwa anak-anak di sejumlah wilayah Indonesia berisiko tinggi terpapar timbal (plumbum/Pb).

Timbal, timbel, atau timah hitam adalah logam berat yang umumnya digunakan untuk bahan baku barang-barang logam, seperti amunisi, pelapis kabel, pipa Polyvinyl Chloride (PVC), hingga pewarna yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

Unsur kimia dengan lambang Pb dan nomor atom 82 ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara yang dihirup atau tertelan melalui mulut. Menurut peneliti, unsur kimia ini rentan masuk ke dalam tubuh anak akibat kebiasaan memasukkan barang ke mulut.

“Anak-anak berusia 1-5 tahun sangat rentan karena suka memasukkan barang ke mulut sehingga pajanan terpapar timbal ini berisiko lebih tinggi,” ujar salah satu peneliti FKUI, dr. Dewi Yunia, SpOK, dikutip dari detikhealth.

Baca Juga  Penyebab dan Cara Atasi Vaginismus yang Ganggu Keadaan Seksual

dr. Yunia mengatakan bahwa penyerapan timbel pada anak dapat lebih tinggi tiga hingga lima kali besar daripada orang dewasa. Timbel yang masuk ke dalam tubuh diklaim meningkatkan risiko anemia, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan kecerdasan anak.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis anak, dr. Ari Prayogo, SpA mengatakan bahwa orang tua tidak perlu menghalangi kebiasaan anak untuk memasukkan tangan ke dalam mulut akibat ancaman risiko timbel.

Menurut dr. Prayogo, memasukkan tangan ke mulut adalah salah satu bagian dari tumbuh kembang dan belajar anak. Maka dari itu, orang tua bertugas untuk memastikan kebersihan tangan anak.

“Kebiasaan memasukkan tangan ke mulut itu fase stimulasi sentuhan yang diperlukan. Pada usia empat sampai enam bulan anak akan cenderung suka memasukkan tangan ke mulut. Terus setelah enam bulan sampai setahun dia memang eksplor,” ucap dr Prayogo.

Baca Juga  Menkominfo Mengaku Sudah Berikan Sanksi ke Indihome dan PLN

“Lalu gimana? Kita pastikan tangan anak yang masuk ke dalam mulut itu selalu bersih, cuci tangannya, terus kita lap. Memasukkan tangan itu perlu dan boleh, tapi harus bersih,” jelasnya.

Selain itu, dr. Prayogo juga mengingatkan orang tua untuk selalu membersihkan mainan anak, terlebih jika anak tergolong sering memasukkan barang ke dalam mulut. Hal ini wajib dilakukan untuk meminimalisir paparan pajanan timbel yang bisa masuk ke dalam tubuh anak.

Sebagai informasi, tim peneliti dari Occupational and Environmental Health Research IMERI FKUI melakukan studi terkait pajanan timbel pada tubuh manusia. Penelitian di beberapa desa di Pulau Jawa ini melibatkan 564 responden anak-anak berusia satu sampai lima tahun.

Baca Juga  Orang Tua Perlu Tahu, Ini Sederet Cara Agar Anak Senang Baca Buku

Secara rinci, lokasi riset dilakukan di Desa Kadu Jaya Tangerang, Banten; Cinangka Bogor, Jawa Barat; Pesarean Tegal, Jawa Tengah; dan Dupak Surabaya, Jawa Timur sebagai wilayah tinggi aktivitas warga yang melibatkan timbel, serta Desa Cinangneng Bogor sebagai wilayah kontrol. Proses pengumpulan data dilakukan pada Mei-Oktober 2023.

Hasil studi menemukan bahwa sembilan anak memiliki kadar timbel darah lebih dari 65 µg/dL. Angka ini jauh di ambang batas kadar timbel darah yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 5 µg/dL.

Bagi anak yang memiliki kadar timbel darah di atas 45 µg/dL maka sudah dianjurkan untuk melakukan terapi perawatan.(*)

Editor : Nur Komalasari


Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles