Oleh M. Syahran W. Lubis,
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG syahranlubis02
Indonesiadaily.net – Sepanjang 1 Juli dini hari hingga pagi WIB, 32 besar Piala Dunia 2026 akan menampilkan tiga pertandingan seru. Tengah malam pk. 00.00 Pantai Gading mulai bertarung melawan Norwegia, kemudian pk. 04.00 Prancis vs Swedia, terakhir pk. 08.00 Meksiko vs Ekuador.
Prancis vs Swedia tentu menyedot perhatian lebih dibandingkan dengan dua pertandingan lainnya, karena Les Bleus adalah juara Piala Dunia 2018 dan runner-up 4 tahun lalu.
Melihat materi pemain, Prancis layak dijagokan tampil sebagai pemenang dalam pertandingan di Stadion MetLife di New Jersey, AS, yang akan dipimpin wasit Belanda Danny Makkelie.
Namun, Kylian Mbappe dan kawan-kawan harus belajar dari pengalaman Jerman dan Belanda di fase gugur ini. Kedua tim favorit itu dipaksa bermain imbang oleh Paraguai dan Maroko dalam pertarungan 120 menit dan akhirnya kalah adu penalti.
Prancis harus pula waspada lantaran skuat asuhan Didier Deschamps sedang tidak utuh. Bek William Saliba masih berjuang melawan masalah punggung. Dia diistirahatkan dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Norwegia dan diragukan bisa bermain melawan Swedia.
Sementara itu, ketajaman di lini depan Prancis sedikit berkurang karena striker Marcus Thuram dipastikan absen akibat masalah otot betis dan aduktor. Cedera itu bisa saja dianggap ringan, tetapi dia tidak akan diturunkan melawan Swedia.
Sempat bertemu dengan Norwegia di fase grup merupakan keuntungan tersendiri bagi Prancis, mengingat Norwegia dan Swedia sama-sama berasal dari Skandinavia, sehingga karakter bermain kedua tim itu pun tidak berbeda jauh.
Prancis memasuki fase 32 besar sebagai juara Grup I dan hanya satu dari tiga tim—bersama Argentina dan Meksiko—yang menyelesaikan fase grup dengan nilai sempurna 9 hasil tiga kemenangan.
Sementara itu, Swedia lolos ke fase knock out sebagai peringkat ketiga Grup F setelah menghantam Tunisia 5–1, balik dihantam Belanda 1–5 , dan imbang 1–1 vs Jepang.
Melihat perjalanan kedua tim dan membandingkan kualitas pemain, sekali lagi Prancis wajar diprediksi memenangi pertandingan ini. Namun, ada yang tak terdeteksi dalam taktik sepak bola yaitu nyali dan semangat yang melatarbelakangi setiap tim. Jika semangat Viking merasuki pikiran segenap pemain Swedia, kemenangan tak mudah diraih Mappe dan kawan-kawan.
Meksiko vs Ekuador
Meksiko berhadapan dengan Ekuador di Stadion Azteca di Mexico City. Tuan rumah memasuki 32 besar sebagai juara Grup A dengan nilai sempurna 9, sedangkan Ekuador peringkat ketiga Grup E di bawah Jerman dan Pantai Gading.
Meskipun hanya finis di posisi ketiga fase grup, Ekuador punya modal bagus untuk bertarung melawan Meksiko yaitu kemenangan 2–1 atas Jerman dalam pertandingan terakhir fase grup.
Memang Jerman akhirnya kandas akibat kalah adu penalti dari Paraguai, tetapi kemenangan atas tim Panser menjadi catatan luar biasa bagi Ekuador.
Kesimpulannya, tak bijak apabila Meksiko berpikir mampu menaklukkan Ekuador dengan mudah. Menganggap remeh Ekuador berpotensi membuat Meksiko terpeleset dan gagal memetik kemenangan di hadapan pendukungnya.
Jika berjaan normal, Meksiko layak menaklukkan Ekuador dalam pertandingan yang akan dipimpin wasit Slavko Vincic (Slovenia), walaupun mungkin hanya dengan skor tipis saja.
Pantai Gading vs Norwegia
Sementara itu, pertandingan Pantai Gading kontra Norwegia agaknya akan berlangsung ketat.
Pantai Gading lolos ke 32 besar sebagai runner-up Grup E di bawah Jerman dengan nilai sama 6, hanya kalah head-to-head maupun selisih gol. Sementara itu, Norwegia runner-up Grup I di bawah Prancis.
Dari sisi kualitas pemain, kedua tim berimbang. Dari sisi peringkat FIFA, Pantai Gading di posisi 33, sedangkan Norwegia 31. Dengan demikian, boleh jadi pertandingan di Stadion AT&T di Texas, AS, akan berjalan seimbang, bahkan cukup terbuka kemungkinan berujung adu penalti.
Jika Pantai Gading sukses mematikan pergerakan ujung tombak Norwegia Erling Haaland, kemunginan menang dalam laga yang dipimpin pengadil Jesus Valenzuela (Venezuela) ini condong ke wakil Afrika tersebut.
Akan tetapi, kalau penjagaan terhadap Haaland dilakukan secara berlebihan sehingga justru membuka celah bagi pemain Norwegia lainnya untuk menjebol gawang Pantai Gading, hasil pertandingan berpotensi sebaliknya.(*)






