Indonesiadaily.net – Untuk pertama kalinya, sejumlah varietas anggur asing berhasil dipanen secara massal di Kebun Agrobisnis Technology Park IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat siang (6/3/26). Anggur unggulan yang berasal dari Amerika Serikat dan Ukraina ini berhasil dibudidayakan dengan teknik tabulampot, setelah ditanam selama sekitar tiga hingga enam bulan. Puluhan akademisi dan mahasiswa juga terlihat antusias saat memanen buah anggur asing, di kebun khusus Agribisnis Technology Park milik IPB University. Varietas anggur yang dipanen perdana tersebut di antaranya jenis Jupiter, GOSV, dan Ilaria, yang dikenal sebagai buah unggulan dari luar negeri.
Melalui teknik budidaya khusus tabulampot, varietas anggur asing ini dapat tumbuh dan berproduksi secara massal di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bagian dari riset IPB untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan yang sebelumnya bergantung pada impor.
Rektor IPB, Dr. Alim Setiawan Slamet, mengatakan hasil riset ini diharapkan mampu menghadirkan buah-buahan yang selama ini diimpor agar dapat diproduksi secara lokal. “Hasil riset yang kita kembangkan ini diharapkan membuat buah yang biasanya kita impor bisa kita kembangkan di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor dan menyediakan kebutuhan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Agromatorium IPB, Prof. Ernan Rustiadi, menyebut perkembangan sektor hortikultura Indonesia saat ini sangat pesat. Menurutnya, berbagai komoditas yang dahulu didatangkan dari luar negeri kini mulai berhasil diadaptasi dan bahkan berpotensi diekspor.
“Kemajuan hortikultura kita sangat pesat. Banyak komoditas yang dulu impor sekarang sudah bisa diadaptasi bahkan berpotensi kita ekspor,” katanya.
Tak hanya memproduksi anggur asing, beberapa dekade silam IPB juga berhasil mengembangkan berbagai varietas buah yang dikenal masyarakat sebagai buah “California”, meski sebenarnya merupakan hasil pengembangan dalam negeri. Dengan kemampuan teknologi pertanian yang terus berkembang, IPB berharap Indonesia ke depan dapat menjadi salah satu eksportir buah-buahan hasil adaptasi varietas luar negeri. (Djuanda)






