Indonesiadaily.net – Kondisi Jalan Nasional penghubung Bogor–Leuwiliang, tepatnya di kawasan Jalan Dermaga depan Institut Pertanian Bogor (IPB), dikeluhkan warga dan para pengguna jalan. Sejumlah lubang dengan kedalaman bervariasi dinilai membahayakan keselamatan, terutama di tengah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa titik jalan mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang yang tergenang air kerap tidak terlihat oleh pengendara, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Asep (34), warga Leuwiliang yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja di Kota Bogor, mengaku hampir terjatuh saat melintas pada waktu subuh. Ia mengatakan, kondisi jalan yang gelap dan dipenuhi genangan membuat lubang sulit terdeteksi.
“Saya biasa berangkat subuh agar tidak terlambat kerja. Kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Saat memasuki kawasan Dermaga, motor saya hampir tergelincir karena tidak melihat ada lubang cukup dalam seperti kubangan. Alhamdulillah masih bisa mengendalikan kendaraan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (13/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Dery, warga Ciampea. Ia menilai kerusakan jalan tersebut sudah cukup membahayakan dan memerlukan penanganan segera. Menurutnya, genangan air yang menutupi lubang sering kali mengecoh pengendara sepeda motor.
“Kalau melihat kondisinya sekarang, seperti menantang risiko. Lubang ada di kiri dan kanan, dan saat tergenang tidak terlihat. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki sebelum ada korban,” kata Dery.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya memproyeksikan anggaran infrastruktur tahun 2026 mengalami penyesuaian atau penurunan sekitar Rp700 miliar. Meski demikian, perbaikan dan pemeliharaan jalan disebut tetap menjadi prioritas, termasuk jalur barat yang mengarah ke Leuwiliang. Penyesuaian teknis program disebut akan dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masing-masing perangkat daerah.
Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya yang membidangi pekerjaan umum dan penataan ruang, belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kerusakan di ruas Jalan Dermaga tersebut.
Penulis: A Usman Tobias






