BPOM Raih Anugerah Reksa Bandha dari KPKNL Jakarta IV

 

Indonesiadaily.net – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) kembali meraih penghargaan atas kinerja unggul dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan pelaksanaan layanan lelang yang profesional, akuntabel, serta berintegritas. Penghargaan Anugerah Reksa Bandha tersebut diberikan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta IV (KPKNL Jakarta IV) dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan dan lelang BMN.

Bacaan Lainnya

Kepala KPKNL Jakarta IV, Bambang Sulistyono, menyerahkan dua penghargaan kepada BPOM atas kinerja tahun 2025. Pertama, Terbaik Pertama kategori Satuan Kerja dengan Tertib Administrasi Berkas Permohonan Lelang Tahun 2025 dari Pelaksanaan Lelang Wajib BMN. Kedua, Terbaik Ketiga kategori Satuan Kerja dengan Tindak Lanjut Pengelolaan BMN Terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan kepada satuan kerja pemerintah yang tidak hanya mencatat capaian kuantitatif, seperti nilai pokok dan frekuensi lelang serta kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetapi juga menunjukkan kualitas tata kelola dan kepatuhan administrasi secara konsisten.

Bambang menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang tertib dan bertanggung jawab dalam pengelolaan BMN. Menurutnya, komitmen menjaga kekayaan negara merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemakmuran rakyat. Hasil penilaian menunjukkan BPOM mampu memenuhi berbagai indikator, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi, ketertiban dokumen, hingga ketepatan waktu pelaporan dan penyelesaian tindak lanjut administrasi.

Capaian ini sejalan dengan transformasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dari Asset Administrator menjadi Asset Manager. Transformasi tersebut menuntut pengelolaan BMN tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi melalui optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan aset.

Dalam konteks tersebut, BPOM dinilai berhasil mengidentifikasi aset idle atau kurang termanfaatkan secara berkala serta menyusun perencanaan penghapusan dan lelang secara terintegrasi dengan target kinerja organisasi.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat tata kelola aset negara.

“Pengelolaan BMN bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga kepercayaan publik. Kami berkomitmen memastikan setiap aset negara di lingkungan BPOM dikelola secara transparan, efisien, dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam setiap proses, mulai dari perencanaan kebutuhan, pemanfaatan, hingga penghapusan aset. BPOM, lanjutnya, terus membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi profesionalisme, akuntabilitas, serta prinsip antikecurangan dan antigratifikasi.

Koordinasi aktif dengan KPKNL Jakarta IV turut memperkuat kelancaran proses, mulai dari pengajuan permohonan lelang, kelengkapan legalitas subjek dan objek lelang, hingga penyampaian risalah lelang dan bukti setor sesuai ketentuan. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas serta memastikan tidak terdapat konflik kepentingan dalam setiap proses.

Diraihnya Anugerah Reksa Bandha menjadi bukti komitmen BPOM dalam membangun budaya kerja yang bersih dan profesional. Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan simbolis, melainkan juga motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola BMN demi optimalisasi aset negara dan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis: A Usman Tobias

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *