Jalan Utama Diduga Dicabut Pengembang, Ratusan Warga Cisauk Gelar Aksi Protes

Indonesiadaily.net – Ratusan warga Kompleks Bermis Asri, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi protes pada Senin, (1/12/2025) setelah akses jalan utama menuju permukiman mereka ditutup oleh pihak pengembang. Warga yang kesal membongkar pagar pembatas serta material penutup jalan yang dipasang kontraktor dari PT Citra Garden Asri.

Warga menilai penutupan tersebut dilakukan sepihak dan tanpa dasar yang jelas. Jalan yang dipermasalahkan itu telah digunakan lebih dari tiga dekade sebagai akses utama ribuan penduduk setempat dan sebelumnya tercatat sebagai fasilitas umum milik PT BBN.

Bacaan Lainnya

Selain kehilangan akses mobilitas, warga juga mengeluhkan dampak banjir yang disebut meningkat sejak adanya proyek pembangunan ruko di wilayah sekitar permukiman.

“Jalan ini harus tetap dibuka. Banjir makin parah, lalu anak sekolah dan warga yang berjualan jadi terhambat. Ini akses utama yang sudah kami gunakan 37 tahun,” ujar Lely, salah satu peserta aksi.

Kuasa hukum warga, Randi Hadinata, menegaskan bahwa langkah pengembang menutup jalan dinilai tidak memiliki dasar hukum dan dapat dikategorikan sebagai pengambilalihan fasilitas publik.

“Proyek pembangunan tidak transparan, tidak pernah menunjukkan izin-izin yang seharusnya. Sampai hari ini masyarakat tidak tahu legitimasi apa yang digunakan pengembang. Kami sudah meminta dinas dan pemerintah kabupaten menunjukkan dokumen perizinan, dan kami menilai ada kecacatan hukum. Masyarakat juga tidak pernah dimintai persetujuan. Jalan utama harus dibuka,” tegasnya.

Proses mediasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang berlangsung tegang dan sempat diwarnai adu mulut, terutama saat perwakilan kontraktor mencoba menanggapi pernyataan warga. Camat Cisauk, Hendarto, mengatakan bahwa pemerintah daerah masih berupaya mencari solusi agar kedua pihak dapat mencapai kesepakatan yang adil.

“Kami berharap semua pihak menahan diri dan menunggu keputusan resmi,” ujarnya.

Hingga kini mediasi masih berjalan. Sementara itu, warga tetap bersikeras menuntut jalan utama dibuka kembali mengingat perannya yang vital sebagai jalur penghubung aktivitas harian masyarakat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *