Indonesiadaily.net – Kondisi akses jalan menuju Kampung Nangelak, Desa Pabambon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menuai keluhan dari warga. Infrastruktur jalan yang rusak dan sulit dilalui dinilai menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa merupakan kebutuhan mendesak dan harus menjadi prioritas pemerintah.
“Pembangunan infrastruktur jalan desa harus menjadi prioritas, karena akan membantu kelancaran akses pelayanan, akses ekonomi, distribusi, serta mobilitas masyarakat,” ujar Iwan Suryawan saat dikonfirmasi Indonesiadaily.net, Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan desa sejatinya telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, pelaksanaannya harus memperhatikan aspek teknis seperti sistem drainase dan bobot kendaraan yang melintas.
“Good will pemerintah dapat terlihat dari regulasi dan alokasi anggaran dalam APBD. Namun pembangunan jalan juga harus disertai drainase yang baik serta mempertimbangkan tonase kendaraan yang diperbolehkan melintas,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kondisi jalan Kampung Nangelak yang hingga kini belum diperbaiki, Indonesiadaily.net telah mencoba menghubungi Bupati Bogor, Rudi Susmanto, melalui sambungan telepon seluler pada Senin (29/12/2025). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi.
Keluhan warga mencuat setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang warga harus menggendong tetangganya yang sakit parah karena kendaraan roda empat tidak dapat masuk ke wilayah kampung akibat rusaknya akses jalan.
Seorang warga berinisial As mengaku terpaksa menggendong tetangganya untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saya membawa tetangga yang sakit parah dengan cara digendong. Bisa dilihat sendiri, karena akses jalan ke kampung kami belum bisa dimasuki mobil,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan, namun belum ada perbaikan menyeluruh. Bahkan, di tengah masyarakat beredar dugaan adanya penyalahgunaan serta ketidaktepatan regulasi penggunaan dana Samisade yang dinilai menjadi salah satu faktor terhambatnya pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Hesty, staf Desa Pabambon, membantah adanya penyalahgunaan dana. Ia menjelaskan bahwa kejadian dalam video tersebut terjadi cukup lama dan pihak desa saat ini tengah mengupayakan pembangunan infrastruktur jalan menuju Kampung Nangelak.
“Kalau kejadian di video itu memang sudah lama. Namun kami dari pihak desa sedang mengupayakan pembangunan ke daerah tersebut,” ujar Hesty saat dikonfirmasi Indonesiadaily.net melalui sambungan telepon, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan, sebagian pembangunan infrastruktur jalan di Desa Pabambon telah dilaksanakan, sementara untuk Kampung Nangelak masih dalam tahap pengajuan.
“Sebagian sudah terlaksana, dan untuk Kampung Nangelak masih dalam proses pengajuan,” pungkasnya.
Penulis: A. Usman Tobias






