UNNES Gelar Pelatihan Uji Emisi dan Sosialisasi Regulasi bagi IKM Knalpot Purbalingga

 

Indonesiadaily.net – Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan uji emisi, uji kebisingan, serta sosialisasi regulasi bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) logam knalpot di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (7/11/2025) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) PILOG Sentra IKM Knalpot Purbalingga.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PMUPUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Saintek. Kegiatan diselenggarakan atas kerja sama antara UNNES, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, serta Asosiasi Pengrajin Knalpot Purbalingga (APIK BANGGA PERWIRA).

Kepala Dinperindag Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto melalui Kepala Bidang Perindustrian Udji Winanto, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif UNNES dalam mendukung peningkatan kualitas produk IKM lokal.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena dapat membantu para pengrajin knalpot meningkatkan mutu produknya sekaligus memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Perwakilan UNNES, Ahmad Roziqin menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai regulasi lingkungan dan industri.

“Materi yang kami berikan mencakup teknik uji emisi, uji kebisingan, serta penjelasan tentang standar dan aturan yang harus dipenuhi. Harapannya, para pengrajin mampu menerapkan pengetahuan ini agar produk knalpot mereka lebih ramah lingkungan dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian APIK BANGGA PERWIRA, Rizal, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting bagi para pelaku IKM dalam menghadapi persaingan pasar.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami berharap para pengrajin bisa lebih kompetitif dan mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional,” katanya.

Sedikitnya belasan pengrajin knalpot dari berbagai wilayah di Purbalingga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka terlibat langsung dalam praktik pengukuran emisi dan kebisingan, serta berdiskusi mengenai penerapan standar produksi yang lebih baik.

Melalui pelatihan ini, diharapkan IKM knalpot di Purbalingga semakin berkembang dan mampu menjadi contoh penerapan industri logam yang berwawasan lingkungan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *