UNNES Damping IKM Knalpot Purbalingga, Kualitas Produksi Meningkat Signifikan

Indonesiadaily.net -Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) pendanaan Kemendiktisaintek untuk Pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM). Program yang diterapkan pada IKM Knalpot “Roda Empat” di Kabupaten Purbalingga ini berhasil mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperbaiki manajemen usaha mitra.

Ketua tim pelaksana, Budi Prasetyo, dosen FMIPA UNNES, menjelaskan bahwa PTTI dirancang sebagai pendampingan menyeluruh yang mencakup aspek teknis hingga tata kelola usaha.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan identifikasi mendalam terhadap berbagai persoalan yang dihadapi IKM Knalpot Roda Empat. Mulai dari desain produk yang kurang variatif, belum adanya standar quality control, hingga pencatatan keuangan yang masih sangat sederhana. Dari temuan itu, kami memperkenalkan teknologi dan inovasi yang tepat guna untuk membantu mitra berkembang,” terang Budi.

Sejumlah intervensi kemudian dilakukan tim, antara lain:

1. Peningkatan kualitas pengelasan.

UNNES memberikan pelatihan penggunaan alat las berdaya tinggi dan teknik pemotongan material yang lebih presisi. Langkah ini terbukti mampu menekan angka cacat produksi.

2. Standardisasi K3.

Program dimulai dengan penyerahan alat pelindung diri kepada mitra, dilanjutkan dengan penerapan standar keselamatan kerja serta edukasi pentingnya penggunaan APD dalam proses produksi.

3. Digitalisasi manajemen usaha.

Tim mengenalkan aplikasi digital sederhana untuk pencatatan keuangan, pengelolaan stok bahan baku, hingga pemasaran daring. Sistem ini membantu mitra bekerja secara lebih rapi dan terukur.

Pemilik IKM Knalpot Roda Empat, Agus Setiawan, menyambut baik pendampingan yang dilakukan UNNES. Ia mengakui program tersebut memberi perubahan nyata bagi usaha yang telah dirintisnya selama bertahun-tahun.

“Selama ini kami mengandalkan pengalaman saja. Setelah mendapat pendampingan dari UNNES, banyak hal baru yang kami pelajari. Hasil pengelasan sekarang lebih rapi, desain lebih bervariasi, dan pencatatan keuangan jadi jauh lebih jelas. Kami merasa lebih siap bersaing, bahkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Agus.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pemberdayaan IKM lainnya di Jawa Tengah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha terbukti mampu menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan daya saing sektor IKM di Indonesia.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *