Indonesiadaily.net — SMP Kesatuan Bogor menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Kebudayaan ke-7 di Sekolah Kesatuan Bogor, Bogor Timur, Kota Bogor pada Sabtu 1 November 2025.
Dengan mengusung tema “Cerdas Berbahasa, Santun Berbudaya”, acara ini berlangsung meriah dan diikuti oleh ratusan peserta dari siswa-siswi kelas 6 SD se-Bogor Raya serta pelajar SMP Kesatuan Bogor. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Jenal memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah yang secara konsisten menggelar kegiatan kebahasaan dan kebudayaan selama tujuh tahun berturut-turut.
“Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekolah Kesatuan Bogor yang telah menyelenggarakan acara Bulan Bahasa ke-7 ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena melahirkan generasi emas yang berakhlak dan beradab,” ujar Jenal.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus bersemangat menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai kesantunan dalam berbahasa.
“Persiapkan diri kalian untuk menjadi manusia yang berakhlak, beradab, dan memiliki bahasa yang santun. Karena tidak ada yang tahu seperti apa masa depan, maka persiapan karakter adalah kunci kesuksesan,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Jenal juga mengajak siswa dan masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan dan lingkungan.
Ia berharap partisipasi masyarakat mampu membantu Kota Bogor meraih Adipura ketiga secara berturut-turut.
Kepala SMP Kesatuan Bogor, Sari Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Bahasa telah menjadi agenda rutin sekolah sejak tujuh tahun lalu.
Kegiatan ini awalnya hanya diikuti oleh siswa internal, namun kini melibatkan sekolah dasar dari berbagai wilayah di Bogor Raya.
“Dulu kegiatan ini hanya untuk anak-anak SMP Kesatuan. Tapi sekarang kami undang juga siswa SD kelas 6 se-Kota dan Kabupaten Bogor. Tahun ini sudah tahun ke-7 penyelenggaraan,” ungkap Sari.
Tahun ini, terdapat delapan mata lomba yang digelar, meliputi mendongeng, membaca berita dalam Bahasa Mandarin, membaca puisi, show and tell dalam Bahasa Inggris, tari jaipong, permainan tradisional bakiak, serta beberapa lomba kebahasaan lainnya.
Sari menambahkan, selain untuk memperingati Bulan Bahasa yang identik dengan Oktober, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi dan pengenalan SMP Kesatuan sebagai sekolah yang plural dan terbuka bagi semua kalangan.
“Kami ingin memperkenalkan SMP Kesatuan yang sudah berdiri sejak tahun 1949, agar masyarakat semakin mengenal bahwa sekolah ini terbuka dan menghargai keberagaman budaya,” tuturnya.
Sari berharap, melalui kegiatan ini para siswa tidak hanya mengetahui makna Bulan Bahasa, tetapi juga mampu menerapkan pentingnya berbahasa yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak sadar bahwa bahasa adalah alat utama dalam berkomunikasi, sekaligus bentuk penghormatan terhadap budaya lokal seperti Bahasa Sunda,” ujarnya.
Acara Bulan Bahasa dan Kebudayaan ke-7 SMP Kesatuan Bogor ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter, kreativitas, serta rasa cinta terhadap bahasa dan budaya Indonesia di kalangan generasi muda.***
Penulis : Ibnu Galansa



