Indonesiadaily.net – Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Pada Selasa pagi (8/10/2025), sekitar pukul 07.45 WIT, gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kiwirok yang terletak di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, dilaporkan dibakar oleh sekelompok orang yang diduga kuat merupakan anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kebakaran menghanguskan dua bangunan utama sekolah yang sebagian besar berbahan dasar kayu, sehingga api dengan cepat menjalar dan menghancurkan seluruh struktur. Lokasi sekolah yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau membuat upaya pemadaman tidak dapat segera dilakukan.
Informasi awal disampaikan oleh seorang warga setempat, Edi Ruliyanto, yang mengabarkan kejadian tersebut kepada media sekitar pukul 09.15 WIT. Dalam pesannya, Edi menyebut adanya kerusuhan di Distrik Kiwirok yang berujung pada pembakaran bangunan sekolah lama SMP Negeri Kiwirok.
“Ada kerusuhan di Kiwirok. Gedung SMP Kiwirok lama dibakar. Saat ini belum ada sinyal seluler di sini, personel juga sedang siaga,” ujar Edi melalui pesan singkat, sambil membagikan dokumentasi foto dan video dari lokasi kejadian.
Pihak militer melalui Satgas Koops Swasembada membenarkan adanya insiden tersebut. Letnan Dua Infanteri Iqbal Fauzan menyatakan bahwa pembakaran dilakukan oleh kelompok yang diduga merupakan bagian dari OPM.
“Memang ada informasi pembakaran gedung SMP Kiwirok. Dugaan sementara, pelakunya adalah kelompok OPM. Namun kami masih menunggu laporan situasi (Lapsit) resmi dari lapangan,” ujarnya.
Menurut Iqbal, saat insiden terjadi tidak ada aktivitas belajar-mengajar di lokasi, dan hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dalam siaran pers yang dirilis pukul 15.57 WIT menyatakan bahwa pembakaran dilakukan oleh kelompok bersenjata dari Kodap XV-Ngalum Kupel yang dipimpin oleh Brigjen OPM Lamek Alipky Taplo. Melalui pemantauan udara, terdeteksi ada sekitar 16 orang yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.
Setelah menerima laporan, Satgas ODC bergerak cepat bersama sejumlah satuan gabungan, termasuk Satgas Pamtas Yonif RK 753, Satgas Prayudha, Satgas BAIS, Satgas Rajawali, dan aparat Polsek Kiwirok. Namun, para pelaku diketahui telah melarikan diri ke arah Desa Delpem sebelum aparat tiba di lokasi.
Kepala Satgas ODC, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam keras aksi tersebut.
“Serangan terhadap fasilitas pendidikan adalah tindakan yang sangat keji. Ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga kejahatan terhadap masa depan anak-anak Papua. Kami akan terus memburu pelaku hingga ke manapun. Kami juga bertekad memastikan keadaan aman nyaman di wilayah Kiwirok,” ujarnya.
Menurutnya, pembakaran terhadap gedung SMPN Kiwirok itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada tahun 2021, gedung sekolah yang sama pernah dibakar oleh gerombolan yang sama juga. Dan sejak saat itu, pemerintah daerah setempat memindahkan proses belajar mengajar ke SMP Negeri 1 Oksibil yang berada di Kota Oksibil.
Satgas ODC meminta masyarakat setempat tetap tenang dan waspada. Untuk mencegah aksi lanjutan, tim melakukan pengamanan di Desa Mangoldolki, yang tak jauh dari lokasi kejadian. Hal itu guna mengantisipasi kemungkinan pembakaran terhadap gedung SDN Kiwirok. (*)






