Indonesiadaily.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian serius Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Kota Bogor.
Program ini dinilai memiliki niat baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, namun perlu pengawasan dan penyempurnaan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan aman bagi penerima manfaat.
Wakil Ketua DPD BM PAN Kota Bogor, Boy Hidayat, menyebut bahwa tujuan program ini sejalan dengan cita-cita mencetak generasi bangsa yang sehat dan cerdas
“Hal ini sangat baik, dimulai dari hal kecil yakni memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Memenuhi kebutuhan gizi mereka adalah awal yang benar dalam mencetak generasi bangsa yang maju, sebab jika gizi anak-anak terpenuhi, maka akan berdampak pada daya serap otak mereka dalam belajar,” ujar Boy pada Senin 13 Oktober 2025.
Namun, Boy menyoroti sejumlah permasalahan teknis dalam pelaksanaan MBG, termasuk penyerapan anggaran yang belum optimal serta beberapa insiden di lapangan.
Menurut data yang ia paparkan, tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun untuk program MBG dengan target 82 juta penerima manfaat.
Namun hingga September, serapan anggaran baru mencapai sekitar Rp13 triliun. Boy juga menyoroti sebagian dana yang diambil dari alokasi pendidikan.
“Dengan dana sebesar itu, seharusnya program ini bisa berjalan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai ada penyalahgunaan prosedur, baik secara teknis maupun non-teknis,” tegasnya.
Boy menambahkan, keseriusan Presiden Prabowo dalam menjalankan program MBG harus diikuti oleh seluruh pelaksana, mulai dari Badan Gizi Nasional hingga pelaksana teknis di lapangan.
Ia menyoroti kejadian keracunan massal di Bogor Raya pada Mei lalu yang melibatkan 223 siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Ini mencederai niat baik pemerintah pusat dalam memberikan gizi terbaik untuk anak-anak kita. Program MBG ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas generasi muda, tetapi perlu penguatan sistem pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Boy juga mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang melakukan penyelidikan epidemiologi di 13 sekolah serta berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit terkait pengambilan sampel dari korban.
“Evaluasi yang komprehensif diperlukan agar program MBG dapat berjalan semakin baik, dengan standar kesehatan, keamanan, dan nilai gizi yang terus meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Boy menekankan pentingnya peningkatan pengawasan di seluruh aspek, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan.
“Dalam program sebesar ini, semua aspek teknis dari bahan pangan hingga wadah makanan harus mendapat perhatian maksimal. Tujuannya agar makanan yang diberikan bukan hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi,” tambahnya.
BM PAN Kota Bogor menilai bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, terutama bagi anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus dan pemimpin Kota Bogor.
“Adik-adik penerima manfaat MBG ini adalah generasi penerus pemuda Kota Bogor, yang suatu saat akan menjadi pemimpin masa depan. Kita harus menjaga mereka dengan gizi yang baik,” tutup Boy Hidayat.***
Penulis : Ibnu Galansa






