Reshuffle Kabinet, Jalan Efektif Menuju Indonesia yang Lebih Baik

Wakil Ketua DPD BM PAN Kota Bogor sekaligus Sekjen Gibranesia, Boy Hidayat. (Istimewa/Indonesiadaily.net).

 

Indonesiadaily.net — Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menjadi sorotan publik. Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani Indrawati digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

Bacaan Lainnya

Pergantian tersebut menuai beragam reaksi. Sebagian pihak mendukung, sementara ada pula yang menyesalkan berakhirnya masa jabatan Sri Mulyani yang dikenal sebagai “Srikandi Ekonomi Indonesia”.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD BM PAN Kota Bogor sekaligus Sekjen Gibranesia, Boy Hidayat menyatakan bahwa reshuffle adalah hal wajar dalam pemerintahan.

Menurutnya, setiap presiden memiliki visi dan prioritas berbeda yang harus dijalankan oleh tim kabinet.

“Pergantian menteri adalah upaya agar roda pemerintahan berjalan sesuai dengan visi Presiden. Dalam konteks ekonomi, Presiden Prabowo menekankan kebijakan yang berpihak pada rakyat, pemerataan, serta penguatan kemandirian ekonomi nasional. Karena itu, beliau membutuhkan tim yang konsisten, inovatif, cepat, dan pro-rakyat,” kata Boy pada Rabu 10 September 2025.

Lebih lanjut, Boy menilai pergantian pejabat strategis justru penting untuk menjaga dinamika organisasi pemerintahan.

“Dalam manajemen modern ini disebut enlargement atau rotasi. Tujuannya agar organisasi tetap segar dan adaptif terhadap perkembangan global,” tambahnya.

Meski demikian, Boy mengapresiasi kinerja Sri Mulyani selama menjabat Menteri Keuangan.

Namun, ia menilai kebutuhan ekonomi nasional saat ini menuntut langkah lebih inovatif dan berani, tanpa terlalu bergantung pada lembaga internasional.

Ia juga menyinggung peran Indonesia di kancah global. Menurutnya, perekonomian dunia tidak selalu harus berpatokan pada Barat.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum internasional BRICS dinilai sebagai langkah tepat untuk membuka peluang kerja sama ekonomi baru.

“Negara-negara Asia terlalu lama berkiblat pada Barat. Indonesia harus lebih berani menentukan arah ekonominya sendiri. BRICS bisa menjadi pilar kekuatan baru, dan Indonesia perlu mengambil peran strategis di dalamnya,” tegas Boy.

Menutup pernyataannya, Boy berharap seluruh jajaran kabinet dan lembaga negara dapat bekerja maksimal sesuai amanah rakyat.

“Eksekutif dan legislatif harus fokus membangun bangsa. Jangan melukai hati rakyat dengan kepentingan pribadi atau golongan. Semoga pemerintahan Presiden Prabowo mampu membawa Indonesia bangkit dengan SDM yang berkompeten,” ujarnya.***

Penulis : Ibnu Galansa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *